PALANGKA RAYA – Kebakaran Hutan dan Lahan atau yang kerap disebut Karhutla, selalu menjadi ancaman bagi lingkungan dan kehidupan manusia. Terkhusus yang terjadi di Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga, Kalimantan Tengah, yang hampir mengancam pasokan listrik di wilayah tersebut.
Namun, PLN dan BPBD yang diwakili oleh Petugas Manggala Agni dan satuan penanggulangan Karhutla lainnya, berjuang keras membantu masyarakat setempat memadamkan api dan melindungi objek vital.
Berdasarkan laporan Multazam, Kepala Pelaksana BPBD Kotim, terdapat delapan kasus kebakaran lahan sejak 5 Juli 2024. Beberapa titik di antaranya terjadi di Jalan Sawit Raya, Jalan Walter Hugo, Jalan Antang Barat, dan Desa Bapinang Hilir, dengan luasan lebih dari satu hektare.
“Mulanya Tim Patroli Manggala Agni melakukan pengecekan lapangan atau ground check (GC) ke lokasi hot spot dan ditemukan adanya kebakaran lahan. Kemudian melaporkan temuannya ke BPBD dengan estimasi luas lahan yang terbakar dua hektare,” kata Multazam.
Setelah menerima laporan, Satgas pemadam kebakaran langsung meluncur ke lokasi. Saat petugas Manggala Agni melakukan pengecekan, ditemukan hot spot dan api membakar kebun sekitar. Petugas segera melaporkannya ke BPBD untuk segera ditangani.
Di sisi lain, unit PLN ikut berpartisipasi aktif dalam pemadaman kebakaran tersebut, terutama saat ada satu tower transmisi yang terancam terbakar. Bayu Putra Andrianto, Manager Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Palangkaraya, menjelaskan bahwa tower transmisi 150 kV yang terkepung api merupakan jalur backbone penghubung beberapa kota di Kalimantan Tengah dan tengah menjadi jalur vital.
“Alhamdulillah, Tower 436 yang terkepung api berhasil di blockade dari titik api, saat ini kami sedang melakukan pengecekan kondisi tower, bracing tower, isolator dan aksesoris serta konduktornya. Sementara itu kami tetap berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengamankan asset milik PLN lainnya disekitar lokasi karhutla,” ucap Bayu dilokasi kejadian
Dalam memadamkan api kulit sulit, sehingga pemadaman ini memerlukan banyak personel dan bantuan dari masyarakat setempat. Terlebih lagi, pada saat malam tiba, lokasi tower yang terkepung api cukup jauh dari pemukiman sehingga tidak ada penerangan. Namun, semua kendala tersebut dapat diatasi berkat kolaborasi sinergi antara Petugas Manggala Agni, Satgas BPBD, warga setempat dan pihak PLN.
Akhirnya, setelah melalui perjuangan yang panjang, tower transmisi berhasil diselamatkan. Selain itu, pasokan listrik di Kalimantan Tengah juga tetap terkendali. Bayu Putra Andrianto mengapresiasi kerja keras semua pihak yang terlibat dalam upaya pemadaman Karhutla tersebut.
Menyadari bahwa lahan area tersebut masih rawan terbakar, petugas dari berbagai lembaga masih setia berjaga dan bekerja keras untuk mencegah terjadinya kebakaran di masa depan. “Saat ini petugas masih berjaga, sebab lahan area tersebut masih rawan terbakar. Tidak lupa kami ucapkan terimakasih kepada semua tim yang terlibat, sehingga pasokan listrik masih bisa tersalur ke masyarakat dengan tetap andal,” ucap Bayu.
(vi/matakalteng)





















Discussion about this post