PALANGKA RAYA – Pameran seni “Art Ring Exhibition” resmi dibuka sejak 20 Juli hingga 20 Agustus 2024 di Galeri Seni Eko Yes, Palangka Raya. Acara ini menjadi sorotan karena menampilkan lebih dari 40 karya seni dari empat pelukis terkemuka, yakni Badri, Eko Yes, Umar Sidik, dan Donny Paul, dengan tiket masuk seharga Rp 25.000.
Badri, sebagai pendiri Artto.id yang menginisiasi pameran ini, mengungkapkan visinya untuk merayakan keberagaman seni tanpa batasan. “Saya ingin menampilkan kemajuan seni masa kini dengan cara yang berbeda, tidak hanya melalui lukisan tradisional tetapi juga instalasi seni dan art mapping,” ujarnya dengan antusias, Sabtu 20 Juli 2024.
Setiap seniman yang berpartisipasi menampilkan serangkaian karya unik mereka. Eko Yes dengan aliran ekspresionisnya, Donny Paul dengan simbolisme benda, Umar Sidik dengan visual kebudayaan, dan Badri sendiri yang mengeksplorasi potret dalam karya-karyanya.
Pameran ini bukan hanya sekadar pameran statis, tetapi mengusung konsep roadshow. Alif Nursidik, Pimpinan Produksi Artto.id, menjelaskan bahwa setelah Palangka Raya, pameran ini akan berlanjut ke Kota Sampit dan Samarinda. “Konsep ‘art ring’ diambil dari ide sebuah pertarungan dalam olahraga, tetapi dalam konteks seni, kami ingin menciptakan sebuah ekosistem yang dinamis,” kata Alif.
Alif juga menyoroti aspek komersial dari pameran ini, di mana karya seni yang dipamerkan dapat dibeli oleh pengunjung. Selain itu, mereka juga memamerkan lukisan menggunakan cat khusus yang bersinar dalam gelap untuk menambah daya tarik pengunjung.
“Saya percaya bahwa pameran seni bukan hanya tentang visual atau ‘ruang instagramable’, tetapi sebuah momen seni yang unik dan tak terulang,” tambah Alif, menegaskan pentingnya mengapresiasi seni sebagai bagian dari budaya dan ekonomi kreatif.
Dengan berbagai kegiatan dan pendekatan baru ini, Art Ring Exhibition diharapkan tidak hanya membangkitkan minat masyarakat terhadap seni rupa, tetapi juga mengangkat nilai-nilai budaya lokal serta memperluas pandangan akan keberagaman ekspresi seni di Indonesia.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post