SAMPIT – Menanggapi maraknya kehawatiran orangtua untuk menyekolahkan anaknya lantaran banyak berita terkait kasus bullying di sekolah maupun kenakalan remaja lainnya, Kepala Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur (Kotim) Muhammad Irfansyah menegaskan, pemerintah sudah mencanangkan sekolah aman.
“Nah, sekarang ini sudah ada tim penanganan dan pencegahan kekerasan di sekolah. Disitu harus ada kontak personya. Sehingga orangtua atau siapa pun itu masyarakat yang menemukan terjadinya tindak kekerasan di lingkungan sekolah, bisa segera melaporkan melalui kontak yang di Pak Bliss oleh pihak sekolah masing masing,” ujarnya, Minggu 21 Juli 2024.
Karena menurut pengalaman kata Irfan, yaitu ada sekolah di daerah Kecamatan Parenggean yang sudah bagus penerapnnya. Yaitu mencantumkan nomor yang bisa dihubungi jika ada sesuatu dengan tulisan jelas di depan sekolahnya.
“Dimana waktu itu ada anak sampai sore masih di sawitan dan menggunakan baju seragam. Buruh kebun yang melihat dan ia ingat nomor yang tertera akhirnya menelpon dan dikirim foto, nah ini pentingnya ada kontak person untuk membantu pengawasan,” tegasnya. Kalau tidak ada kontaknya kata Irfan, buruh kebun itu pasti memposting di media sosial sehingga viral. Dan bisa menjadi masalah baru.
“Kepala sekolah juga harus inovatif, karena mungkin kepsek tidak selalu ada di sekolah terus, sehingga siapa guru terdekat disitu atau orang tua siswa terdekat yang bisa menghampiri. Pendidikan itu tanggung jawab kita semua, jadi tidak hanya guru saja namun orangtua dan juga masyarakat,”ungkapnya.
Apalagi tambah Irfan, sering di luaran juga ketika ada masalah yang ditanya bukan anak siapa tapi sekolah dimana. “Itulah tantangan kita jaman sekarang terutama di era digitalisai, makanya bapak/ibu guru harus bisa berkolaborasi untuk membuat inovasi,”tutupnya.
(dia/matakalteng)





















