PALANGKA RAYA – Kearifan lokal dan teknologi tepat guna, keduanya saling melengkapi. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar pada acara Gala Dinner dan Malam Pejuang Inovasi Gelar Teknologi Tepat Guna Nusantara (GTTGN) Ke-25 di Mataram, Nusa Tenggara Barat, belum lama ini.
Dalam acara tersebut, pengembangan teknologi tepat guna ditekankan untuk selalu berhubungan dengan kebutuhan serta tantangan masyarakat desa.
Abdul Halim percaya bahwa teknologi tepat guna tidak akan pernah menjadi mati. Sebaliknya, teknologi yang tepat guna akan selalu berkaitan dengan kebutuhan dan tantangan masyarakat.
“Pengembangan teknologi tepat guna didasarkan pada kearifan lokal, sehingga selalu mampu menjawab beragam tantangan yang dihadapi oleh masyarakat, terutama di desa,” sebutnya.
Selain itu, Agus Halim berharap GTTGN dapat memberikan dorongan bagi desa-desa dalam menciptakan inovasi yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan berdampak pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa. Hal ini sejalan dengan tujuan Kemendes PDTT dalam memberikan semangat berinovasi dan pengembangan teknologi yang lahir dari desa.
Acara GTTGN diikuti peserta dari 20 provinsi, dan terdapat tiga kategori, yaitu Inovasi Teknologi Tepat Guna, Teknologi Tepat Guna Unggulan, dan Pos Pelayanan Teknologi. Seluruh peserta diharapkan dapat terus berinovasi dengan teknologi, dan terus meningkatkan kemajuan desa melalui teknologi tepat guna.
Harapan serupa juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalimantan Tengah H. Aryawan. Ia berharap inovasi yang dilakukan diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan melalui pengembangan teknologi tepat guna, semakin banyak tantangan masyarakat, terutama masyarakat desa bisa diatasi dengan teknologi yang tepat guna.
“Dari konklusi tersebut, semakin banyak inovasi yang dilakukan, semakin besar kemungkinan untuk menjawab tantangan masyarakat dan teknologi akan terus berkembang selaras dengan perkembangan kebutuhan masyarakat,” ujar Aryawan, saat dikonfirmasi, Rabu 17 Juli 2024.
Pengembangan teknologi tepat guna akan selalu diperlukan, dan kearifan lokal jadi kunci utama dalam mengembangkannya. Mari terus berinovasi untuk kemajuan desa dan masyarakat di seluruh nusantara.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post