PALANGKA RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah merilis data inflasi untuk bulan Juni 2024, yang menunjukkan bahwa tingkat inflasi year-on-year (y-on-y) mencapai 2,22 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,66. Data ini diungkapkan oleh Muhlis Ardiansyah dari BPS Kalteng dalam konferensi pers hari ini.
Menurut Muhlis Ardiansyah, inflasi tertinggi tercatat di Kabupaten Sampit dengan angka 2,51 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Sukamara dengan 1,42 persen. “Inflasi tahunan ini terjadi akibat kenaikan harga yang signifikan terutama pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mencatatkan kenaikan sebesar 4,04 persen,” jelas Muhlis, Selasa 9 Juli 2024.
Lebih lanjut, Muhlis menyampaikan bahwa inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) untuk bulan Juni 2024 sebesar 0,28 persen, sedangkan tingkat inflasi year-to-date (y-to-d) hingga Juni 2024 mencapai 1,05 persen. “Kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga memiliki andil terbesar terhadap inflasi bulanan, mencapai 0,26 persen,” tambahnya.
Dalam analisisnya, Muhlis juga menyoroti komoditas yang menjadi penyumbang utama inflasi sepanjang tahun 2024, yang dominan dipegang oleh daging ayam ras. “Daging ayam ras telah beberapa kali menjadi penyumbang utama inflasi di Kalteng pada tahun ini, termasuk pada bulan Januari, Februari, Maret, April, Mei, dan Juni,” papar Muhlis.
Rilis data ini memberikan gambaran komprehensif tentang dinamika inflasi di Kalimantan Tengah, sementara pemerintah daerah terus berupaya untuk mengendalikan inflasi melalui berbagai langkah strategis, termasuk melalui koordinasi TPID di setiap kabupaten/kota.
Dengan demikian, upaya untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan komoditas pokok tetap menjadi fokus utama pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post