PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah berhasil meraih keuntungan sebesar USD 5 juta atau sekitar Rp76 miliar dari pengelolaan emisi karbon di tahun 2023. Keberhasilan ini diraih melalui penerapan program REDD (reducing emission from deforestation and forest degradation plus conservation) yang juga berhasil membuat Kalimantan Tengah menjadi daerah dengan pendapatan dana karbon tertinggi di Indonesia bersama dengan Papua.
Menurut Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, keberhasilan ini adalah buah dari penerapan pengelolaan lingkungan yang baik. “Pendapatan dana karbon yang berhasil didapatkan menjadi bukti nyata bahwa menjaga lingkungan bukan hanya memberikan manfaat positif bagi alam semesta, namun juga bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” jelas wagub, Senin 8 Juli 2024.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan masyarakatnya dihimbau untuk terus berupaya pelestarian lingkungan yang berkelanjutan, karena pembangunan dan pelestarian lingkungan harus sejalan agar dapat berjalan berkesinambungan. Seluruh stakeholder diharapkan dapat membangun kesadaran global akan perlunya menjaga lingkungan dan menghentikan praktek-praktek yang merusak dan mengancam kelangsungan hidup manusia.
Tentunya, penggunaan dana karbon harus disesuaikan dengan ketentuan dan petunjuk teknis dari pemerintah pusat, sehingga pengelolaan dana karbon dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Terkait dengan peruntukan penggunaan anggaran dana karbon tersebut, Edy menegaskan, bahwa akan disesuaikan dengan ketentuan dan petunjuk teknis dari pemerintah pusat. “Pemerintah daerah masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat terkait dengan mekanisme pengelolaan dana karbon tersebut,” demikiannya.
(vi/matakalteng)





















