PALANGKA RAYA – Pendidikan merupakan pondasi utama bagi kemajuan suatu bangsa. Oleh karena itu, mewujudkan masyarakat yang mampu bersaing di masa depan perlu diawali dengan menciptakan atmosfer pendidikan yang lebih maju dan berkeadilan.
Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H ugianto Sabran meminta kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk saling bahu membahu membenahi sistem pendidikan serta sarana dan prasarananya agar dapat mewujudkan dunia pendidikan yang lebih maju dan berkeadilan untuk semua warga di wilayah tersebut.
Hal ini sangat diperlukan mengingat masih banyak generasi muda di Kalimantan Tengah yang menumpang belajar di daerah lain. Padahal provinsi terluas kedua di Indonesia tersebut memiliki sumber daya dan lahan yang memadai untuk memaksimalkan pengelolaan sektor pendidikan.
Oleh karena itu, Sugianto Sabran mengusulkan agar para bupati di daerah aliran sungai (DAS) Barito menyiapkan lahan untuk pembangunan universitas agar akses pendidikan di wilayah tersebut dapat lebih mudah dijangkau.
“Melalui pendidikan kita menempuh jalan panjang untuk membangun identitas, karakter, dan martabat bangsa Indonesia untuk menyambut masa depan yang lebih maju dan masyarakat yang lebih bermartabat,” katanya, Senin 22 April 2024.
Namun, hal ini tidak semudah yang dibayangkan. Anggaran yang diperoleh dari APBN atau APBD sebesar 20 persen belum bisa memenuhi kebutuhan ideal di sektor pendidikan. Selain itu, bantuan seperti dana BOS dan bantuan lainnya untuk pendidikan sangat minim.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, M. Reza Prabowo menyebutkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan merupakan program prioritas dari Gubernur Sugianto Sabran. Untuk mewujudkan program prioitas tersebut, Gubernur Sugianto Sabran memberikan beasiswa Tabe Berkah sebagai salah satu inisiatif untuk meningkatkan mutu SDM.
“Tujuan akhir adalah agar seluruh anak-anak se-Kalimantan Tengah dapat menempuh pendidikan hingga S1. Hal ini diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi lulusan pendidikan dan memberikan keuntungan bagi perkembangan ekonomi di Kalimantan Tengah,” ujar Reza.
Maka dari itu, dengan memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan di wilayah masing-masing, diharapkan generasi muda Kalimantan Tengah tidak lagi harus menumpang belajar di daerah lain. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan juga turut mengapresiasi inisiatif dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah ini dan berharap dapat memberikan inspirasi bagi pemerintah daerah di Indonesia lainnya untuk terus berbenah dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi masyarakat.
(vi/matakalteng)





















Discussion about this post