PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah, H. Sugianto Sabran, menegaskan bahwa pemerintah saat ini sedang mengambil langkah untuk membangun infrastruktur yang kokoh di daerah ini. Salah satu proyek yang sedang dilaksanakan adalah renovasi Bundaran Besar Palangka Raya sebagai icon megah Ibu Kota Provinsi Kalteng, dan juga Bundaran Mahir Mahar.
“Selain itu, Pemprov juga sedang mengembangkan Water Front City Sungai Kahayan dan Kawasan Wisata Sebangau. Hal ini diharapkan bisa memperkuat pariwisata dan membuka peluang bisnis yang menjanjikan bagi masyarakat sekitar,” ujarnya, Kamis, 25 Januari 2024.
Gubernur juga menambahkan dalam bidang energi, saat ini rasio Desa Berlistrik PLN di Kalteng sampai bulan November 2023 telah meningkat menjadi 74,35%, dan Rasio Elektrifikasi 94,81%, meskipun masih ada 403 Desa yang belum terpasang listrik PLN. Pemerintah menargetkan bahwa pada tahun 2026 seluruh desa di Kalteng sudah teraliri listrik.
Pemerintah Kalteng juga telah mengambil tindakan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan di wilayah ini. Gubernur Sabran mengungkapkan bahwa pada tahun 2023 ini, kebakaran hutan dan lahan di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah relatif bisa dikendalikan.
“Dengan pembangunan infrastruktur yang kokoh, pemerintah Kalteng berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik dan memperkuat perekonomian,” imbuhnya.
Dalam langkah konkretnya, pemerintah terus berupaya memberikan dukungan dan fasilitas sehingga dapat menciptakan environment yang sehat dan memadai bagi seluruh masyarakat daerah ini.
“Kami berharap dengan pembangunan infrastruktur yang kokoh, kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah akan semakin meningkat dan masa depan yang lebih baik akan dapat dicapai,” pungkasnya.
(vi/matakalteng)





















Discussion about this post