PALANGKA RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) merilis data yang menunjukkan kondisi inflasi di wilayah tersebut. Tiket pesawat dan daging ayam menjadi komoditas utama yang berkontribusi terhadap inflasi di Kalteng. Dua kota acuan, yaitu Palangka Raya dan Sampit, Kalteng mencatatkan inflasi sebesar 0,30 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 118,69.
“Namun, inflasi tertinggi terjadi di Palangka Raya sebesar 0,31 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Sampit sebesar 0,27 persen,” sebut Kepala BPS Provinsi Kalteng, Eko Marsoro dalam rilisnya, Kamis, 18 Januari 2024.
Eko mengungkapkan bahwa terdapat lima komoditas utama yang berperan dalam inflasi di Kota Palangka Raya, yaitu angkutan udara, daging ayam ras, ikan gabus, tomat, dan emas perhiasan. Data menunjukkan inflasi terbesar dari kelima komoditas tersebut disebabkan oleh angkutan udara sebesar 0,12 persen dan daging ayam ras sebesar 0,11 persen.
“Kota Sampit juga mengalami kondisi inflasi yang diakibatkan oleh beberapa komoditas utama, seperti daging ayam ras, emas perhiasan, dan tomat,” ungkapnya.
Eko mengatakan, meningkatnya harga barang dan jasa, turut serta meningkatkan tingkat pengeluaran masyarakat. Beberapa dampak negatif dari inflasi yang cukup signifikan, di antaranya meliputi penurunan daya beli konsumen, terpuruknya kepercayaan investor, melemahnya nilai tukar rupiah, dan lain sebagainya.
Untuk menanggulangi masalah inflasi, diperlukan tindakan konkret dari pemerintah setempat. Tidak hanya bergantung pada upaya penanganan inflasi oleh pemerintah, namun peran serta masyarakat untuk menghindari penggunaan komoditas-komoditas yang memberikan pengaruh inflasi juga sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk menangani masalah inflasi di Kalimantan Tengah dan memperkuat perekonomian daerah.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post