PALANGKA RAYA – Musim hujan telah tiba, bersamaan dengan itu, banjir menjadi ancaman yang dapat mempengaruhi kehidupan banyak orang. Seperti yang terjadi di sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah, di mana banjir terus membesar dan berpotensi meluas ke berbagai daerah.
Prakirawan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut, Chandra Mukti Wijaya, telah memberikan peringatan tentang curah hujan deras yang masih berpotensi terjadi di 14 kabupaten/kota.
“Meskipun kondisi cuaca di Kalimantan Tengah pada umumnya berawan hingga hujan ringan, tetapi potensi hujan intensitas sedang dan lebat yang disertai petir serta angin kencang terjadi merata di seluruh kabupaten/kota,” ujarnya, Jumat, 12 Januari 2024.
Jika dibandingkan dengan musim hujan yang normal, diprediksi puncak musim hujan akan mundur satu bulan atau lebih, dan durasi musim hujan diperkirakan akan berlangsung sekitar 19 hingga 21 dasarian. Selain itu, ada juga daerah yang mengalami durasi musim hujan 22 hingga 24 dasarian.
Hal ini menjadi peringatan bagi pemerintah daerah untuk mempersiapkan diri dan menjaga keselamatan warga mereka, serta mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh banjir dan peningkatan curah hujan. Namun, tindakan pemerintah daerah saja tidak cukup. Dalam menghadapi peningkatan curah hujan ini, kerjasama dan partisipasi dari masyarakat juga menjadi faktor penting.
“Masyarakat harus mempersiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi banjir. Salah satu tindakan yang dapat dilakukan adalah dengan memantau curah hujan, menghindari jalan dan daerah yang rawan banjir,” imbuhnya.
Dalam hal ini pemerintah daerah juga harus bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan dan relawan untuk menyediakan bantuan dan memastikan kebutuhan dasar seperti makanan, minuman, dan medis terpenuhi. Hal ini juga membutuhkan tingkat koordinasi dan kesiapan yang tinggi dari semua pihak, agar bantuan yang diberikan dapat tepat sasaran dan memberikan dampak yang cukup efektif bagi masyarakat yang terdampak.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post