PALANGKA RAYA – Cluster Sektor Pertanian dan Perkebunan Jagung yang baru saja diluncurkan di Kabupaten Gunung Mas, merupakan sebuah program yang dimulai oleh pemerintah daerah dalam upaya untuk memajukan sektor pertanian di wilayah tersebut.
Program ini diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten Gunung Mas melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Gunung Mas. Pogram ini, diharapkan akan meningkatkan akses keuangan bagi para petani dan pengusaha pertanian di wilayah tersebut. Berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi, OJK Provinsi Kalimantan Tengah, mitra pendamping, dan lembaga jasa keuangan seperti PT Bank Kalteng, PT Jamkrida Kalteng, dan BPJS Ketenagakerjaan, telah terlibat dalam program tersebut.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gunung Mas, Aryantoni menyampaikan, bahwa tahap kredit kemitraan dengan Bank Kalteng tersebut sudah sampai tahap Finalisasi dan kedepannya dapat segera terlaksana.
“Terdapat tiga kelompok tani pengembang di desa Tanjung Riu, Kecamatan Kurun, antara lain Kelompok Tani Manawau Sejahtera, Manawau Makmur, dan Manawau Bahagia dengan masing-masing diberikan alokasi kelompok 20 Ha dengan target pengembangan dapat seluas 60 Ha. Di Kelompok pengembangan Padi Hibrida yang dilaksanakan di Desa Tewah terdapat lima kelompok tani pengembang,” sebutnya, Jumat, 1 Desember 2023.
Sementara itu, Bupati Gunung Mas, Jaya Samaya Monong, mengapresiasi OJK Kalimantan Tengah (Kalteng) yang telah memberikan pendampingan dan memberikan alternatif skema kerjasama kepada beberapa stakeholders dan lembaga jasa keuangan dari PT Bank Kalteng untuk memberikan akses keuangan berupa kredit produktif.
“Pemerintah Daerah Kabupaten Gunung Mas mulai Tahun 2023 akan mengoptimalisasi pelaksanaan Program Kemitraan Ketahanan Pangan “Gunung Mas” Ketapang Gaya dengan optimalisasi produksi pertanian melalui konsep kemitraan perbankan yang telah difasilitasi oleh PT Bank Kalteng,” ungkapnya.
Program Klaster Sektor Pertanian dan Perkebunan Jagung ini memberikan banyak manfaat bagi pengusaha dan petani lokal di wilayah Gunung Mas. Program Klaster Sektor Pertanian dan Perkebunan Jagung ini diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjadi contoh program SMART AGRO di wilayah lainnya.
Sementara itu, Kepala OJK Kalteng, Otto Fitriandy berharap, ke depannya program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjadi contoh dari TPAKD di wilayah lainnya untuk memanfaatkan lahan dengan membuat program-program yang ramah lingkungan. Dengan adanya program ini, diharapkan wilayah Gunung Mas akan semakin maju dan perekonomiannya semakin meningkat.
“Dengan adanya clustering pertanian di Kabupaten Gunung Mas ini, saya berharap kedepannya dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjadi contoh dari TPAKD di Wilayah lain untuk memanfaatkan lahan dengan membuat program-program yang ramah lingkungan,” terangnya.
PT Bank Kalteng, yang berperan sebagai bank pembangunan daerah di Kalimantan Tengah, menjadi pihak yang menfasilitasi pemberian fasilitas permodalan dalam program Klaster Sektor Pertanian dan Perkebunan Jagung ini.
Lewat program ini, koperasi juga berkolaborasi dengan lembaga jasa keuangan yang didukung oleh OJK untuk memberikan akses pembiayaan melalui kredit dari PT Bank Kalteng kepada Koperasi Sumber Pangan Gunung Mas melalui kemitraan “Ketapang Gaya” Ketahanan Pangan Gunung Mas Jaya. Penanaman jagung hibrida dan penen padi ini merupakan aktualisasi pelaksanaan SMART AGRO di wilayah Gunung Mas.
Pimpinan Departemen Dana & Jasa Divisi Pemasaran PT Bank Kalteng, Empas S. Umar menyampaikan bahwa PT Bank Kalteng mendukung adanya program cluster pertanian dan perkebunan Jagung yang ada di Wilayah Gunung Mas. Bank Kalteng memberikan fasilitas permodalan kepada Petani Jagung dan Padi dengan sistem panen bayar dengan harapannya dapat meningkatkan produksi pakan ternak jagung dan panen padi dan memberikan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gunung Mas.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post