PALANGKA RAYA – Menjelang akhir tahun, masyarakat mulai mempersiapkan diri untuk menyambut Natal dan Tahun Baru (Nataru). Bagi sebagian orang, momen ini diidentikan dengan kenaikan harga berbagai komoditas, termasuk pangan. Namun, Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Tengah melihat kondisi pasokan pangan saat ini sudah cukup untuk menghadapi Nataru.
Menurut Magfhur, Deputi Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Tengah, ada fluktuasi harga di beberapa komoditas, khususnya bawang merah, yang dalam beberapa waktu terakhir memang cenderung naik. Meski begitu, Bank Indonesia optimis harga bawang merah akan stabil dalam waktu dekat, terutama menjelang Nataru.
“Saya melihat bahwa stok pangan yang tersedia saat ini sudah mencukupi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun. Namun, memang diperlukan kerjasama semua pihak, mulai dari pedagang, distributor, hingga masyarakat, untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan,” ujar Magfhur, Kamis, 30 November 2023.
Magfhur menegaskan bahwa jalur distribusi menjadi faktor penting dalam menentukan harga jual suatu komoditas. Terlalu banyak tangan yang masuk dalam proses distribusi dapat berdampak pada kenaikan harga. Oleh karena itu, diperlukan kerjasama antara pedagang dan pemasok utama, untuk mengoptimalkan jalur distribusi dan tidak membuat jalur terlalu panjang.
“Saya menghimbau bagi masyarakat untuk tidak terjebak dalam panic buying dan emosional permintaan mendadak menjelang Natal atau Tahun Baru. Stok barang sudah tersedia dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Masyarakat cukup membeli sesuai kebutuhan, sehingga stok tetap terkendali,” imbaunya.
Bank Indonesia memastikan stok pangan yang tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun dan meminta kerjasama semua pihak untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan selama Nataru.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post