PALANGKA RAYA – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Edy Pratowo menghadiri acara Forum Nasional Stunting Tahun 2021 dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang bekerja sama dengan Tanoto Foundation. Kegiatan ini dihadiri secara virtual dari Ruang Rapat Wagub, Selasa 14 Desember 2021.
Acara Forum Nasional Stunting 2021 dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI K.H. Maruf Amin. Dalam sambutannya K.H. Ma’ruf Amin menyampaikan persoalan stunting ini menyangkut masa depan generasi penerus Indonesia. Penanganan stunting sendiri saat ini bukan saja menjadi masalah pemerintah tapi juga masyarakat Indonesia pada umumnya.
Maruf Amin juga mengingatkan, bahwa Indonesia memiliki visi Indonesia emas pada tahun 2045. Hal ini dapat terwujud jika Indonesia memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas. “Bagaimana kita bisa mencapai visi Indonesia Emas Tahun 2045 kalau modal dasarnya, yaitu anak-anak bangsa, mengalami stunting? Terganggu perkembangan kognitif dan kesehatannya,” ucap K.H. Maruf Amin.
Lebih lanjut K.H. Ma’ruf Amin juga mengatakan percepatan penurunan stunting memerlukan komitmen bersama. Tidak hanya komitmen di tingkat pusat, upaya advokasi komitmen pemerintah daerah juga harus optimal. Disebutkannya juga keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan desa/kelurahan, akademisi, media, swasta, lembaga swadaya masyarakat, dan mitra pembangunan sangat penting.
Pada kegiatan yang mengusung Tema “Komitmen dan Aksi Bersama untuk Membangun Strategi Efektif Dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia”, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menyampaikan, bahwa pihaknya berkomitmen untuk mencapai target 14 persen angka stunting di tahun 2024, yang saat ini berada di angka 27,7 persen.
“Penanganan stunting itu dimulai dari keluarga, pendekatan melalui keluarga dimana tim pendamping keluarga itu ada 3 unsur yaitu dari Kesehatan atau Bidan, Tim Penggerak PKK dan Kader-kader yang ada di daerah,” ucap Hasto.
Di sisi lain Dewan Pembina Tanoto Foundation Belinda Tanoto mengatakan, bahwa berdirinya Tanoto Foundation lembaga filantropi independen di bidang pendidikan didasari oleh filosofi bahwa pendidikan berkualitas mempercepat hadirnya kesetaraan peluang.
“Kami sangat percaya bahwa pengembangan sumber daya manusia harus dimulai sedini mungkin. karena itulah kami memiliki perhatian dan komitmen tinggi untuk membantu pemerintah menurunkan angka prevalensi stunting,” tutup Belinda Tanoto.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post