PALANGKA RAYA – Pemerintah pusat menunjukan keseriusannya untuk menjalankan program strategis nasional di Kalimantan Tengah melalui program Food Estate. Beberapa upaya terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalteng, salah satunya dengan melakukan peningkatan infrastruktur jalan di kawasa Food Estate.
Sekretaris Daerah Kalteng, Fahrizal Fitri menyampaikan untuk mendukung program Food Estate di Kalteng pemerintah provinsi dalam hal ini telah menganggarkan peningkatan infrastruktur jalan.
Peningkatan infrastruktur jalan sendiri disebutkan oleh Fahrizal akan menggunakan dana Anggaran Pendatan Belanja Daerah (APBD) provinsi tahun 2020-2021.
“Terkait program Pemerintah Provinsi dalam peningkatan infrastruktur jalan untuk mendukung kegiatan food estate yang dianggarkan melalui APBD Provinsi Tahun 2020-2021 MYC yakni peningkatan jalan Kuala Kapuas-Palingkau, peningkatan jalan Palingkau-Dadahup, peningkatan jalan Dadahup/G1- A5 dan peningkatan jalan Dadahup-Lamunti,” ujar Fahrizal, Sabtu 17 April 2021.
Fahhrizal juga menambahkan untuk Tahun 2021 pembiayaan peningkatan infrastruktur jalan telah dianggarkan kembali menggunakan APBD Provinsi, yakni peningkatan jalan Dadahup-Lamunti dengan kontruksi aggregat + HRS-WC.
Selain melakukan peningkatan infrastruktur jalan, Pemprov Kalteng bersama pemerintah pusat juga terus melakukan peningkatan salah satunya peningkatan tata kelola air.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan salah satu kunci keberhasilan diwilayah eks-PLG adalah tata kelola air yang baik (kuantitas dan kualitas air).
Kementerian PUPR agar dapat segera menyelesaikan rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi, termasuk pemasangan pintu-pintu masuk air.
“Perencanaan yang terintegrasi dan selaras antara pembangunan jaringan irigasi, kemampuan penanaman, Alsintan dan pengadaan SDM petani. Selain itu, perlu penyusunan program terpadu intuk kapasitas oeningkatan SDM dan pendampingan petani, menggunakan tenaga penyuluh pertanian, tenaga pendamping Desa, off-taker maupun dari program kampus merdeka,” ujarnya, belum lama ini.
Luhut Binsar Pandjaitan juga menambahkan terkait pengembangan kegiatan pendukung seperti pertanian hortikultura, penghasilan petani dari produksi pertanian sawah padi yang utama, keberadaan Badan Layanan Umum (BLU) akan menciptakan ekosistem untuk keberlanjutan pengelolaan food estate yang terintegrasi.
BLU akan menjadi regulator off taker, Bank dan research center serta perlu dikaji teknologi budidaya yang lebih baik sehingga dapat meningkatkan produktivitas padi dalam waktu yang lebih singkat.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post