PALANGKA RAYA – Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah (Kalteng) Fahrizal Fitri, membuka secara resmi kegiatan penilaian kinerja Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan Konvergensi Percepatan Pencegahan Stunting (KP2S) di Aula Bappedalitbang, Palangka Raya, Rabu 16 September 2020.
Disampaikan oleh Fahrizal, Kalimantan Tengah masuk dalam daerah dengan prevalensi stunting di atas angka rata-rata nasional. Masuk dalam 10 besar angka prevalensi stunting tertinggi di Indonesia, menurut Fahrizal hal ini harus mendapat perhatian sungguh-sungguh dari semua pihak.
“Berdasarkan data Riskesdas, Kalteng masuk dalam 10 besar tertingi. Maka dari itu diperlukan upaya pencegahan stunting melalui keterpaduan lintas sektor dan antar tingkat pemerintahan,” ujar Sekda.
Ia juga menambahkan, untuk mengatasi permasalahan ini diperlukan intervensi, perhatian, dan kehadiran pemerintah daerah untuk memberikan asistensi, edukasi, dan advokasi kepada masyarakat untuk sadar arti pentingnya pemahaman dalam memenuhi gizi spesifik dan sensitif.
Di Provinsi Kalteng sendiri lokus stunting penilaian kinerja ada di Kabupaten Barito Timur, Kotawaringin Timur, Kapuas, Barito Selatan dan Gunung Mas. Sedangkan pada tahun 2021 untuk lokus prioritas stunting, Kementerian Dalam Negeri maupun Kementerian PPN/Bappenas belum menetapkan Kabupaten/ Kota di Provinsi Kalimantan Tengah.
“Penilaian kinerja tahunan ini diharapkan menjadi ajang pembelajaran dan daya saing yang dapat memberikan motivasi Pemerintah Kabupaten/ Kota untuk meningkatkan kinerja dalam penanganan stunting,” harap Fahrizal.
Acara tersebut turut dihadiri Tenaga Ahli Tim Local Goverment Capacity Buliding for Acceleration of Stunting Reduction Investing in Nutritionand Early Years (LGCB – ASR INEY) Regional 4 Kalimantan, Direktorat Jenderal Bina Bangda Kementerian Dalam Negeri Rademan dan Ahmad Ryadi.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post