SAMPIT – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sampit, Saiful, mengungkapkan kekecewaannya terkait dengan pelaksanaan event-event pemerintah yang menurutnya terlalu memberatkan para pedagang kecil. Ia berharap kepada pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kotim, M. Rudini Darwan Ali dan Paisal Damarsing, untuk membawa perubahan nyata dalam kebijakan yang lebih pro-UMKM.
Menurut Saiful, event-event yang diselenggarakan oleh pemerintah, seperti Expo dan pameran lainnya, seharusnya menjadi ajang untuk memajukan dan mendukung UMKM lokal, bukan dijadikan ajang bisnis yang mengutamakan pedagang besar dan mengenakan biaya tinggi kepada peserta.
“Harapan saya, event yang diadakan pemerintah jangan dijadikan bisnis. Contohnya seperti Expo, bagi UMKM kecil seperti kami sangat susah untuk ikut serta. Pedagang yang diutamakan adalah mereka yang mampu membayar mahal untuk tempat berjualan, padahal event itu seharusnya mendukung kesejahteraan UMKM,” kata Saiful. Rabu, 9 Oktober 2024.
Saiful juga menyoroti kebijakan di beberapa daerah yang lebih bersahabat bagi pedagang kecil, salah satunya di Kuala Pembuang. Di sana, katanya, biaya untuk pedagang sangat terjangkau, hanya berkisar Rp300.000 hingga Rp2,5 juta untuk pedagang lokal. Sebaliknya, di Sampit, biaya yang dikenakan jauh lebih tinggi, ditambah dengan kewajiban menggunakan tenda yang mempersulit pedagang kecil.
“Di Sampit, siapapun yang ingin berjualan di event pemerintah wajib menggunakan tenda yang harganya mahal. Ini memberatkan kami, pedagang kecil. Sementara, di Kuala Pembuang, pedagang lokal hanya membayar biaya kecil, dan itu jauh lebih nyaman bagi kami,” ujar Saiful.
Ia juga menyoroti dampak dari penyelenggaraan event-event yang terlalu sering dan berdekatan. Menurutnya, hal tersebut tidak hanya mempengaruhi daya beli masyarakat, tetapi juga mengakibatkan pasar-pasar tradisional menjadi sepi. Banyak masyarakat yang lebih memilih berbelanja di pasar dadakan yang muncul saat event berlangsung, sehingga pedagang di pasar tradisional pun mengalami penurunan pendapatan.
“Daya beli masyarakat turun karena event yang terus menerus diadakan. Pasar tradisional jadi ikut terdampak, menjadi sepi. Jika pemerintah tidak bijak dalam mengelola event ini, hal ini bisa berujung pada peningkatan pengangguran,” tambah Saiful.
Saiful juga berharap agar calon kepala daerah yang akan datang, terutama pasangan M. Rudini Darwan Ali dan Paisal Damarsing, dapat memahami masalah ini dan membawa perubahan yang mendukung kesejahteraan UMKM. Ia menekankan pentingnya memberikan kesempatan yang lebih luas bagi pedagang kecil untuk terlibat dalam event-event pemerintah tanpa harus dibebani biaya yang tinggi.
“Saya berharap pasangan Rudini-Paisal bisa membawa perubahan. Kami, pelaku UMKM kecil, butuh kesempatan, bukan halangan. Kalau terus seperti ini, yang diutamakan hanya pedagang besar, kami yang kecil-kecil ini makin sulit untuk berkembang,” tutupnya.
Paslon Rudini-Paisal, yang dikenal dengan visi mereka dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi lokal, diharapkan bisa menjadi solusi bagi permasalahan ini. Saiful dan pelaku UMKM lainnya menantikan langkah-langkah konkret yang akan diambil untuk meringankan beban mereka dan memajukan perekonomian lokal secara lebih merata.
(gus/matakalteng)






















Discussion about this post