SAMPIT – Insiden kebakaran trafo milik PLN yang terjadi di Desa Terantang, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menjadi perhatian pihak kepolisian. Selain menyoroti dugaan penyebab kejadian, polisi juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dalam penggunaan listrik.
Kapolsek Ketapang, AKP Anis, mengatakan bahwa kebakaran trafo tersebut diduga berkaitan dengan tingginya beban listrik di wilayah setempat. Berdasarkan informasi dari pihak desa, kejadian terjadi tak lama setelah aliran listrik kembali menyala.
“Listrik baru hidup sekitar lima menit, kemudian trafo induk yang berada di ujung Desa Terantang terbakar,” kata AKP Anis, Rabu, 14 Januari 2026.
Ia menjelaskan, meningkatnya jumlah pemasangan listrik di desa tersebut berpotensi menyebabkan trafo mengalami panas berlebih.
“Dengan meningkatnya pengguna listrik, trafo yang ada dimungkinkan tidak kuat menahan beban, sehingga terjadi panas dan berujung kebakaran,” ujarnya.
Meski demikian, AKP Anis memastikan bahwa pihak PLN telah melakukan perbaikan dengan cepat. Saat ini, kondisi kelistrikan di Desa Terantang telah kembali normal.
“Perbaikan sudah dilakukan oleh PLN dan saat ini listrik sudah normal, sesuai konfirmasi dari Kepala Desa Terantang,” jelasnya.
Lebih lanjut, AKP Anis mengimbau masyarakat agar tetap waspada dalam penggunaan listrik, mengingat banyak kasus kebakaran yang bersumber dari hubungan arus listrik.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam pemakaian listrik. Pastikan instalasi aman dan tidak berlebihan, karena kebakaran sering kali berawal dari gangguan atau hubungan arus listrik,” tegasnya.
Pihak kepolisian berharap dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, risiko kebakaran akibat listrik dapat diminimalisir di kemudian hari.
(gus/matakalteng)





















Discussion about this post