SAMPIT – Kecamatan Seranau menorehkan prestasi membanggakan dalam rangka Hari Jadi ke-73 Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dengan meraih juara lomba menjawet atau mengayam rotan. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa kearifan lokal masih hidup dan mampu bersaing di tengah derasnya arus modernisasi dan kemajuan teknologi.
Camat Seranau Dwi Kushendro menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian tersebut.
“Alhamdulillah, dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Kotawaringin Timur ke-73, Kecamatan Seranau memenangkan lomba menjawet atau mengayam rotan. Inilah wujud nyata pelestarian budaya yang sudah banyak ditinggalkan oleh masyarakat kita seiring era teknologi yang semakin maju,” ujarnya, Kamis 15 Januari 2026.
Menurut Dwi, menjawet atau mengayam rotan bukan sekadar keterampilan tradisional, melainkan identitas budaya masyarakat yang sarat nilai sejarah, ketekunan, dan kearifan lokal. Ia menilai, keberhasilan ini menunjukkan bahwa tradisi lama masih relevan jika terus dirawat dan diberi ruang untuk berkembang, termasuk melalui ajang lomba dan kegiatan budaya daerah.
Lebih lanjut, Dwi Kushendro menegaskan bahwa kemenangan tersebut bukan tujuan akhir, melainkan awal dari komitmen yang lebih besar untuk menjaga dan mengembangkan budaya lokal di Kecamatan Seranau.
“Dengan memenangkan lomba ini, kami berkomitmen untuk tetap melestarikan kearifan lokal demi kemajuan di Kecamatan Seranau,” tegasnya.
Ia berharap, generasi muda dapat lebih mengenal dan mencintai budaya daerahnya sendiri, tidak hanya terpaku pada perkembangan teknologi semata. Pemerintah kecamatan, kata dia, akan terus mendorong kegiatan pelestarian budaya melalui pembinaan, pelatihan, serta kolaborasi dengan para perajin dan tokoh adat setempat.
Prestasi ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kecamatan lain di Kotim agar terus menggali, menjaga, dan mempromosikan potensi budaya lokal sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berkarakter.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post