SAMPIT – Sebelum peristiwa atap minimarket terangkat akibat dihantam angin kencang pada Kamis siang, 6 November 2025, sekitar pukul 13.10 WIB, lokasi di Simpang Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sudah lebih dulu dihebohkan oleh kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil dan sepeda motor.
Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 11.10 WIB, atau dua jam sebelum angin kencang menerbangkan atap minimarket di lokasi yang sama. Insiden itu melibatkan mobil Suzuki APV pick up bernomor polisi DA 8568 LN dengan sepeda motor Suzuki Smash bernopol KH 5952 FU di Jalan Cilik Riwut KM 74, RT 07 RW 04 Desa Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu.
Kapolsek Cempaga Hulu, Ipda Edi Hariyanto, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, sebelum atap minimarket terbang akibat cuaca ekstrem, sempat terjadi kecelakaan di simpang yang berada tepat di depan lokasi bangunan tersebut.
“Benar, sebelum peristiwa atap minimarket terbawa angin, terjadi laka lantas tabrak depan-samping antara mobil yang dikemudikan pria berinisial MR (23) dan sepeda motor yang dikendarai R (53) bersama anaknya yang masih berusia 3 tahun,” ujar Edi, Jumat, 7 November 2025.
Ia menjelaskan, peristiwa bermula ketika mobil pick up melaju dari arah Sampit menuju Palangkaraya. Saat melintas di lokasi kejadian, pengendara motor Ryang memangku anaknya berinisial C di bagian depan terlihat berbelok-belok di jalan. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan depan-samping tidak dapat dihindari.
“Ketika sampai di simpang Pelantaran, motor terlihat berbelok-belok. Karena jaraknya sudah dekat dan pergerakannya mendadak, akhirnya terjadi tabrakan. Kedua korban, R dan anaknya, terpental sekitar lima meter dari titik benturan,” jelas Kapolsek.
Akibat benturan keras tersebut, R dan anaknya mengalami luka cukup serius di bagian kaki, tangan, dan kepala. Warga sekitar yang melihat kejadian itu langsung memberikan pertolongan dan membawa keduanya ke Puskesmas Pundu untuk mendapatkan penanganan medis.
“Korban R mengalami luka berat di bagian kepala, sementara anaknya mengalami patah pada tangan kanan. Informasi terakhir, keduanya telah dirujuk ke RSUD dr. Murjani Sampit untuk perawatan lebih lanjut,” tambah Edi.
Dari hasil pemeriksaan awal, kerugian materi akibat kecelakaan tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp2,5 juta. Saat kejadian, kondisi arus lalu lintas di lokasi dilaporkan ramai namun tetap lancar.
Kecelakaan ini menjadi perhatian warga sekitar karena terjadi hanya beberapa jam sebelum kawasan tersebut diterjang angin kencang yang menghempaskan atap bangunan minimarket di simpang yang sama.
(gus/matakalteng)






















Discussion about this post