SAMPIT – Seekor buaya jantan ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di tepi Sungai Mentaya, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Kalimantan Tengah. Buaya berukuran kurang lebih empat meter tersebut ditemukan dalam kondisi sudah membusuk, dengan kulit yang sebagian terlepas dan aroma busuk menyengat.
Diduga hewan tersebut telah mati cukup lama sebelum akhirnya mengapung di permukaan sungai. Penemuan ini membuat geger warga, terutama bagi Ida, seorang warga Pulau Hanaut yang pertama kali melihat bangkai buaya tersebut saat melintas di sungai dengan klotok pada Jumat, 1 November 2024, sekitar pukul 16.00 WIB.
Ida menceritakan bahwa bau menyengat dari bangkai buaya tersebut sudah tercium dari jarak beberapa meter. “Mungkin sudah mati lama, karena sudah bengkak dan mengeluarkan bau busuk,” ujarnya. Saat ditemukan, kondisi fisik buaya tersebut sangat memprihatinkan. Selain tubuh yang sudah membengkak, tampak luka-luka membusuk di beberapa bagian tubuhnya.
Tak hanya itu, Ida juga mengamati bahwa gigi dan taring buaya itu sudah hilang. “Banyak bekas luka yang sudah busuk, taring sama giginya juga sudah tidak ada,” ucap Ida lagi, menggambarkan keadaan bangkai buaya tersebut. Belum diketahui penyebab pasti kematian buaya tersebut, tetapi penemuan bangkai hewan besar ini.
Namun diduga buaya tersebut mungkin menjadi korban konflik dengan buaya lain atau bahkan hasil perburuan ilegal, mengingat hilangnya gigi dan taring yang mungkin sengaja diambil. Selain itu, kondisi perairan sungai yang kerap digunakan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari menimbulkan kekhawatiran akan potensi penularan penyakit dari bangkai buaya yang membusuk tersebut.
Buaya tersebut juga terlihat dikerumuni lalat saat pertama kali ditemukan, yang semakin memperlihatkan kondisi mengenaskan dari bangkai buaya tersebut. “Saya tidak berani terlalu dekat, tapi jelas terlihat banyak sekali lalat yang mengerubunginya. Saya takutnya kalau bangkai ini menimbulkan penyakit,” tambah Ida.
(gus/matakalteng)






















Discussion about this post