SAMPIT – Tim Badan Penyelamatan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kesulitan mencari jalur untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Jalan Pramuka, Perumahan Graha Pramuka, tepatnya di tahap 5 jalur 3.
“Di belakang perumahan masih banyak hutan dan lahan yang belum difungsikan, ditambah lagi struktur tanah gambut membuatnya mudah terbakar di musim kemarau ini,” kata Kepala BPBD Kotim Rihel saat ikut langsung ke lokasi Karhutla, Selasa 3 Januari 2022.
Lanjutnya, petugas sempat kesulitan mencari jalan untuk masuk ke lokasi lantaran jalur perumahan yang sempit, sementara masih tidak ada jalan lainnya sehingga armada tidak bisa lewat.
“Kami menurunkan 2 armada damkar, sementara saat ini di Tidar juga ada Karhutla dan kamu menurunkan 1 armada. Saat ini kami memiliki 8 armada, 3 rusak dan hanya 5 yang berfungsi,” ucapnya.
Menurut Rihel, sudah hampir satu minggu lebih tidak turun hujan di wilayah Kotim khususnya di Kota Sampit, yang membuat titik panas semakin meningkat ditambah lagi kurangnya kesadaran warga yang membuka lahan dengan cara dibakar.
“Saya lihat di sepanjang jalan menuju kesini tadi banyak lahan yang sengaja dibakar, padahal di saat tidak ada turun hujan seperti sekarang ini sangat berbahaya dan riskan terjadi Karhutla,” tegasnya.
(dia/matakalteng.com)





















Discussion about this post