SAMPIT – Hampir 30 menit lamanya, tim pemadam kebakaran dari Badan Penyelamatan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berusaha menjangkau titik kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Jalan Pramuka, Perumahan Graha Pramuka, Tahap 5.
“Dari tadi petugas sudah berputar-putar mencari jalan dari berbagai arah, namun tetap tidak ketemu. Akhirnya kami terpaksa lewat samping rumah warga dan harus menyambung hingga 5 selang dengan masing-masing panjang 20 meter,” kata Kepala BPBD Kotim, Rihel, Selasa 3 Januari 2023.
Menurutnya, pemadaman yang baik harus dilakukan dengan cara memadamkan dari belakang atau sering disebut buntut api, yaitu tidak melawan arah angin. Namun kali ini lantaran tidak ada jalan, tim harus memadamkan api dari depan atau melawan arah angin.
“Resikonya api lebih lambat padam dan juga asapnya sudah pasti menghantam langsung petugas yang membuat sesak napas dan mata perih. Namun kami terpaksa melakukannya,” jelas Rihel.
Sementara itu, lanjutnya, selang yang bisa digunakan dengan cara disambung hanya bisa sampai kepanjangan 100 hingga 150 meter, jika ingin lebih panjang harus menggunakan embung atau mobil penghubung lagi.
“Itupun hanya bisa sampai 300 meter, kalau lebih dari itu resikonya selang bisa terbakar dan membutuhkan tenaga lebih besar juga,” ucapnya.
Tambahnya, saat ini petugas masih berusaha menjangkau lokasi dan akan segera melakukan pemadaman, sehingga dimohon bagi warga sekitar untuk tidak berada di luar rumah lantaran asap yang mengepul mengepung pemukiman warga tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan jika terhirup.
(dia/matakalteng.com)




















Discussion about this post