SAMPIT – Komitmen meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus diperkuat. Dinas Pendidikan (Disdik) Kotim melalui Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) mendorong satuan PAUD menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, inovatif, serta mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi, termasuk pengenalan berpikir komputasional dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) sejak dini.
“Sebagai bagian dari penguatan kualitas pendidikan, Direktorat PAUD Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Tengah melakukan supervisi implementasi Pembelajaran Mendalam serta Pengembangan Berpikir Komputasional dan Kecerdasan Artifisial (PM-PBKKA) di salah satu PAUD sekolah model di Kabupaten Kotawaringin Timur,”kata Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Dinas Pendidikan Kotim, Legendaria Okta Bellany, Selasa 7 Juli 2026.
Ia juga mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah strategis untuk memastikan implementasi pembelajaran yang diterapkan di satuan PAUD berjalan sesuai arah kebijakan nasional sekaligus memberikan dampak nyata terhadap kualitas layanan pendidikan.
Menurutnya, supervisi tidak hanya berfungsi sebagai bentuk evaluasi, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman, praktik baik, serta pendampingan bagi para pendidik agar mampu mengembangkan metode pembelajaran yang semakin kreatif, menyenangkan, dan berpusat pada anak.
“Melalui supervisi ini kami memperoleh banyak masukan sekaligus melihat secara langsung praktik-praktik baik yang telah diterapkan sekolah model. Harapannya, pembelajaran mendalam dan pengembangan berpikir komputasional serta kecerdasan artifisial dapat semakin optimal diterapkan di satuan PAUD,” ujarnya.
Ia menjelaskan, konsep pembelajaran mendalam mendorong anak untuk belajar melalui pengalaman yang bermakna, mengeksplorasi lingkungan, memecahkan masalah sederhana, serta membangun kemampuan berpikir kritis sesuai tahap perkembangan usia dini.
“Sementara pengenalan berpikir komputasional dilakukan melalui aktivitas bermain yang melatih kemampuan mengenali pola, menyusun langkah penyelesaian masalah, dan berpikir logis, bukan mengajarkan anak menggunakan teknologi secara berlebihan,”jelasnya.
Pendekatan tersebut dinilai penting sebagai bekal menghadapi perubahan zaman, di mana kemampuan berpikir, kreativitas, kolaborasi, dan adaptasi menjadi kompetensi yang dibutuhkan generasi masa depan.
Legendaria menambahkan, satuan PAUD sekolah model diharapkan mampu menjadi contoh bagi lembaga PAUD lainnya dalam menerapkan inovasi pembelajaran yang berkualitas. Dengan demikian, praktik baik yang telah berjalan dapat direplikasi secara bertahap di berbagai lembaga pendidikan anak usia dini di Kotim.
Ia juga mengapresiasi komitmen seluruh keluarga besar TK Bina Bangsa 01 yang dinilai telah menunjukkan kesungguhan dalam menghadirkan inovasi pembelajaran serta membuka ruang kolaborasi bersama pemerintah pusat, BPMP, dan Dinas Pendidikan.
“Kolaborasi seperti ini menjadi modal penting untuk terus meningkatkan kualitas layanan PAUD di Kotim. Kami berharap semangat berinovasi terus tumbuh sehingga anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan, bermakna, dan relevan dengan kebutuhan masa depan,” katanya.
Disdik Kotim menegaskan akan terus mendukung peningkatan kapasitas tenaga pendidik PAUD melalui berbagai program pembinaan, pendampingan, dan penguatan kompetensi.
Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan anak usia dini yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tanpa meninggalkan prinsip pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan tumbuh kembang anak.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post