SAMPIT – Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) resmi membuka Gala Siswa Indonesia (GSI) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) tingkat kabupaten tahun 2026 di Stadion 29 November Sampit, Senin, 22 Juni 2026.
Kompetisi tahunan ini menjadi wadah pencarian bibit-bibit atlet sepak bola muda berbakat yang diproyeksikan mewakili Kotim hingga tingkat provinsi, nasional bahkan internasional.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotim, Yolanda Lonita Fenisia, menegaskan bahwa GSI bukan sekadar kompetisi untuk memperebutkan gelar juara, melainkan bagian dari proses pembinaan karakter generasi muda melalui olahraga.
“Gala Siswa Indonesia merupakan salah satu program strategis dalam pembinaan peserta didik, khususnya di bidang olahraga sepak bola. Kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi untuk menjadi juara, tetapi juga merupakan sarana pendidikan karakter yang sangat penting bagi generasi muda,” ujar Yolanda saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan tersebut, Senin 22 Juni 2026.
Menurutnya, melalui olahraga para pelajar diajarkan berbagai nilai penting seperti disiplin, kerja keras, tanggung jawab, sportivitas, kepemimpinan, hingga kemampuan bekerja sama dalam tim.
“Melalui olahraga, anak-anak belajar tentang disiplin, kerja keras, tanggung jawab, sportivitas, kepemimpinan serta kerja sama dalam tim dan kemampuan menghargai orang lain. Nilai-nilai tersebut merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang unggul dan berkarakter,” katanya.
Yolanda menilai, di tengah perkembangan zaman saat ini, Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesehatan fisik yang baik, mental yang kuat serta semangat juang tinggi.
“Kita membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga sehat jasmani, kuat mental, memiliki semangat juang yang tinggi dan mampu berkompetisi secara positif. Oleh karena itu, kegiatan seperti Gala Siswa Indonesia memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas,” tuturnya.
Ia juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta yang berasal dari berbagai sekolah di Kotim agar menjadikan kompetisi tersebut sebagai sarana belajar dan pengembangan diri.
“Bertandinglah dengan penuh semangat, tunjukkan kemampuan terbaik, hormati pelatih, hormati wasit, hormati lawan, dan junjung tinggi sportivitas. Ingatlah bahwa kemenangan memang membanggakan, tetapi karakter yang baik jauh lebih berharga,” pesannya.
Menurut Yolanda, seorang atlet sejati tidak hanya diukur dari jumlah kemenangan yang diraih, tetapi juga dari sikap dan perilakunya baik di dalam maupun di luar lapangan.
“Jangan pernah merasa rendah diri ketika menghadapi kekalahan, karena setiap kekalahan akan menjadi pelajaran untuk menjadi lebih baik lagi. Sebaliknya ketika memperoleh kemenangan, tetaplah rendah hati dan terus berlatih untuk meningkatkan kemampuan,” lanjutnya.
Yolanda berharap pelaksanaan GSI 2026 mampu melahirkan atlet-atlet muda berbakat yang kelak mengharumkan nama daerah di berbagai level kompetisi.
“Saya berharap melalui kegiatan ini akan lahir bibit-bibit atlet sepak bola berbakat di Kabupaten Kotawaringin Timur yang nantinya dapat berprestasi di tingkat provinsi, nasional bahkan internasional. Namun yang lebih penting, kegiatan ini mampu mempererat persaudaraan antar peserta didik, memperkuat semangat persatuan serta membangun budaya hidup sehat dan aktif di kalangan generasi muda,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pelatih, guru pendamping, wasit, dan panitia yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.
“Mari kita jadikan Gala Siswa Indonesia Tahun 2026 ini sebagai momentum untuk membangun generasi muda Kabupaten Kotawaringin Timur yang sehat, tangguh, berprestasi dan berkarakter,” pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia GSI Kotim 2026, M. Ikram Muhajir, melaporkan bahwa tahun ini kompetisi diikuti oleh 10 tim yang berasal dari delapan kecamatan di Kotim.
“Tahun ini kita ada 10 tim, terdiri dari delapan tim putra dan dua tim putri. Sedangkan kecamatan yang mengikuti ada delapan kecamatan,” ungkapnya.
Ikram menjelaskan, pelaksanaan GSI tahun ini memiliki catatan sejarah tersendiri karena untuk pertama kalinya kategori putri turut dipertandingkan di tingkat kabupaten.
“Perlu kami laporkan juga, tahun ini untuk pertama kalinya ada Gala Siswa Indonesia Putri,” katanya.
Ia berharap dari kompetisi tersebut akan lahir para pemain terbaik yang nantinya memperkuat tim Kabupaten Kotim pada ajang GSI tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.
“Harapan kami nantinya dari hasil kompetisi ini akan didapatkan perwakilan-perwakilan untuk mewakili Kabupaten Kotawaringin Timur ke tingkat provinsi,” ujarnya.
Ikram mengungkapkan bahwa cabang sepak bola GSI selama ini menjadi salah satu andalan Kotim karena hampir setiap tahun mampu menembus tingkat nasional.
“GSI ini merupakan salah satu cabang yang hampir setiap tahun diwakili oleh Kabupaten Kotawaringin Timur ke tingkat nasional. Jadi harapan kami tahun ini kembali GSI Kabupaten Kotawaringin Timur bisa mewakili ke tingkat provinsi dan melanjutkan prestasi tersebut,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tim yang nantinya akan mewakili Kotim tidak hanya berasal dari sekolah atau tim juara, melainkan hasil seleksi talenta terbaik dari seluruh peserta.
“Tim ini akan dibentuk bukan hanya dari tim pemenang saja, tetapi akan kita pilih talenta-talenta dari seluruh peserta yang akan kita masukkan sebagai tim kabupaten,” jelasnya.
Karena itu, Ikram meminta seluruh peserta tetap menunjukkan kemampuan terbaik selama pertandingan berlangsung.
“Jangan berkecil hati kalau nanti tidak juara. Tunjukkan saja kemampuan kalian, karena para talent scout akan melihat apakah layak menjadi bagian dari tim kabupaten. Artinya bukan hanya tim pemenang yang bisa jadi perwakilan, tetapi yang kalah pun tetap akan menjadi perhatian kami,” tegasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post