SAMPIT – Kepala SMAN 2 Sampit, Kodarahim, mengajak para pelajar dan mahasiswa Hindu untuk menjadikan momentum Dharmasanti Nyepi sebagai sarana memperkuat karakter, meningkatkan semangat belajar, serta menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.
Kodarahim menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang mempertemukan pelajar, mahasiswa, dan umat Hindu serta Hindu Kaharingan dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan.
Ia menilai tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut, yakni “Vasudhaiva Kutumbakam – Satu Bumi, Satu Keluarga, Nusantara Harmoni Indonesia Maju”, memiliki makna yang sangat relevan dengan kehidupan masyarakat Indonesia yang beragam.
“Tema ini mengajarkan kepada kita bahwa meskipun berbeda latar belakang, suku, budaya maupun keyakinan, kita tetap merupakan bagian dari satu keluarga besar yang harus hidup berdampingan secara damai dan harmonis,” ujarnya, Selasa 16 Juni 2026.
Kodarahim mengatakan kegiatan Dharmasanti tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah pembinaan generasi muda agar memiliki karakter yang kuat dan mampu menghadapi tantangan zaman.
Menurutnya, pelajar dan mahasiswa memiliki peran penting sebagai generasi penerus bangsa yang akan menentukan arah pembangunan di masa mendatang.
“Kalian adalah generasi penerus yang akan melanjutkan estafet pembangunan bangsa. Karena itu jadikanlah semangat Hari Raya Nyepi sebagai inspirasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih disiplin, dan lebih bertanggung jawab,” katanya.
Ia mengingatkan pentingnya menanamkan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.
“Jadilah generasi yang disiplin dalam belajar, jujur dalam berbuat, serta mampu menghargai dan menghormati perbedaan pendapat,” ujarnya.
Selain kecerdasan akademik, Kodarahim juga menekankan pentingnya penguatan karakter dan nilai-nilai moral bagi generasi muda.
Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga oleh integritas, sikap toleransi, dan kepedulian terhadap sesama.
“Jadilah generasi yang cerdas secara akademik, kuat secara karakter, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai budaya serta ajaran agama,” katanya.
Ia berharap kegiatan Dharmasanti dapat menjadi ruang bagi pelajar dan mahasiswa untuk memperluas pergaulan, mempererat persaudaraan, serta memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk.
“Melalui kegiatan seperti ini saya berharap para pelajar dan mahasiswa terus memupuk semangat kebersamaan, saling menghormati, saling menjaga, dan mempererat kerukunan di lingkungan pendidikan maupun masyarakat,” ujarnya.
Kodarahim menilai kerukunan antarumat beragama dan antargenerasi muda merupakan modal penting dalam menciptakan kehidupan yang aman, damai, dan harmonis di Kabupaten Kotawaringin Timur.
Karena itu, ia mengajak seluruh peserta Dharmasanti untuk terus menjaga persatuan serta menjadikan nilai-nilai yang diajarkan dalam Hari Raya Nyepi sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga perayaan Dharmasanti ini membawa kedamaian, memperkuat persaudaraan, dan memberikan manfaat bagi kita semua dalam membangun masa depan yang lebih baik,” katanya.
Di akhir sambutannya, Kodarahim menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Hindu dan Hindu Kaharingan yang telah melaksanakan rangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.
“Selamat merayakan Dharmasanti Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Semoga semangat kebersamaan dan kedamaian yang terbangun hari ini dapat terus kita jaga dan kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post