SAMPIT – Kelompok Kerja Guru (KKG) Kartini Gugus III Mentaya, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menggelar workshop bertema “Edukasi Pembelajaran Sekolah Dasar dan Optimalisasi E-Raport SD” di Sekolah Rakyat (Islamic Center), Jalan Sudirman, Sampit, Kamis 11 Juni 2026.
Kegiatan ini diikuti guru dari SDN 1 Sawahan, SDN 2 Sawahan, SDN 3 Sawahan, SDN 12 Mentawa Baru Hulu, SDS Kristen, SDS Katolik, dan Sekolah Rakyat Dasar Terintegrasi 55 Kotim.
Ketua Gugus III Mentaya, Jadi, menegaskan bahwa workshop tersebut bukan hanya menjadi ajang silaturahmi antar guru, tetapi juga sebagai upaya penguatan kapasitas pendidik dalam menghadapi penerapan sistem e-rapor yang akan digunakan di sekolah.
“Ini merupakan materi yang sangat penting sekali karena aplikasi ini adalah aplikasi baru. Selama ini kita mengerjakan rapor menggunakan software yang hanya bisa digunakan di sekolah. Insya Allah nanti melalui materi ini, bapak dan ibu guru bisa melaksanakan pengelolaan e-rapor secara mandiri, lebih fleksibel dan bisa dikerjakan di mana saja,” ujar Jadi, Kamis 11 Juni 2026.
Ia menjelaskan, narasumber yang dihadirkan merupakan sosok yang berpengalaman dalam bidang pengembangan pendidikan dan implementasi e-rapor, sehingga diharapkan peserta dapat memahami sekaligus mempraktikkan langsung penggunaan aplikasi tersebut.
“Harapan saya materi ini benar-benar bisa diterapkan di sekolah masing-masing. Yang penting hari ini bapak dan ibu bisa memahami, kemudian mempraktikkannya, lalu mengimplementasikannya setelah kegiatan ini selesai,” katanya.
Selain membahas optimalisasi e-rapor, Jadi juga mengingatkan seluruh peserta mengenai persiapan menghadapi kegiatan besar yang akan digelar di wilayah Korwil Mentawa Baru Ketapang, yakni Expo Education.
“Harapan saya gugus kita bisa tampil lebih baik. Bukan untuk bersaing, tetapi menunjukkan hasil implementasi pembelajaran yang telah dilakukan selama satu tahun. Karya siswa yang bagus, modul ajar, praktik baik guru, hingga implementasi tujuh kebiasaan anak hebat harus bisa ditampilkan dalam Expo tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, Expo Education menjadi wadah untuk menampilkan berbagai hasil pembelajaran dan inovasi yang telah dilakukan guru dan siswa selama satu tahun terakhir. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana berbagi praktik baik antar sekolah dalam satu gugus maupun antar gugus di wilayah Mentawa Baru Ketapang.
“Expo ini bukan tempat berjualan, tetapi tempat menampilkan hasil pembelajaran yang mendalam. Apa yang sudah dilakukan guru dan siswa selama setahun harus bisa dilihat dan menjadi inspirasi bagi sekolah lain,” tegasnya.
Ia pun mengapresiasi kekompakan dan kolaborasi seluruh guru yang selama ini aktif mendukung berbagai program pendidikan di wilayahnya.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas kekompakan, kolaborasi, dan kerja sama yang luar biasa dari bapak dan ibu guru. Mudah-mudahan semua niat baik yang dilakukan menjadi amal ibadah bagi kita semua,” tuturnya.
Sementara itu, narasumber workshop, Nikkon Bhastari, menjelaskan bahwa materi yang diberikan berfokus pada optimalisasi penggunaan e-rapor berbasis daring yang memungkinkan guru bekerja lebih fleksibel dibandingkan sistem sebelumnya.
“Hari ini kita membahas optimalisasi e-rapor. Jika sebelumnya e-rapor dikerjakan melalui sistem lokal atau localhost di instansi masing-masing, sekarang bapak dan ibu guru dapat mengerjakannya di mana saja dan kapan saja. Jadi lebih mudah dan lebih fleksibel,” jelas Nikkon.
Ia mengatakan, penerapan sistem tersebut akan memberikan manfaat besar bagi guru, terutama dalam aspek administrasi dan efisiensi kerja.
“Yang pertama, bapak dan ibu guru akan lebih memahami prosedur administrasi. Yang kedua, pekerjaan tidak harus dilakukan di sekolah karena waktu senggang di rumah pun bisa dimanfaatkan. Harapannya guru semakin memahami tata cara pengadministrasian e-rapor dengan baik dan benar,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)


















Discussion about this post