SAMPIT – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Yolanda Lonita Fenisia menegaskan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung keberhasilan pendidikan anak, saat menghadiri kegiatan kelas orang tua sekaligus launching sekolah model pembelajaran mendalam serta coding dan kecerdasan artifisial (KKA) yang aman dan nyaman di SMP Negeri 1 Sampit.
“Hari ini adalah momen yang sangat istimewa, bukan sekadar kegiatan pertemuan orang tua dan sekolah, tetapi menjadi langkah bersama untuk membangun pendidikan yang lebih kuat, hangat dan berpihak kepada anak-anak kita. Ini adalah upaya nyata untuk memastikan pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga hidup dan tumbuh di rumah, karena sejatinya orang tua adalah guru pertama dan utama bagi anak-anak kita,” ujar Yolanda, Sabtu 11 April 2026.
Ia menjelaskan, kegiatan kelas orang tua menjadi sarana untuk memperkuat komitmen bersama antara sekolah dan wali murid dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, serta mendukung perkembangan karakter dan potensi anak. “Kita bersama-sama menguatkan komitmen orang tua dan wali murid dalam mendukung program pendidikan yang dilaksanakan. Sekolah tidak hanya harus bebas dari kekerasan, tetapi juga menjadi tempat di mana anak-anak merasa dihargai, didengar, dan bahagia untuk belajar,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula peluncuran SMPN 1 Sampit sebagai sekolah model pembelajaran mendalam serta coding dan kecerdasan artifisial untuk jenjang SMP di Kotim. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus menyiapkan generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Pembelajaran mendalam merupakan pendekatan yang fokus pada pemahaman konsep, aplikasi, dan refleksi, bukan sekadar hafalan. Sementara coding dan kecerdasan artifisial bertujuan membekali siswa dengan kemampuan berpikir logis, sistematis serta memahami teknologi masa depan,” jelasnya. Selain itu, dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan sosialisasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Perlindungan Anak. Menurut Yolanda, pemahaman terhadap regulasi tersebut sangat penting agar seluruh pihak memiliki kesadaran yang sama terkait hak-hak anak.
“Hal ini sangat penting agar kita semua memiliki pemahaman yang sama bahwa setiap anak memiliki hak untuk dilindungi, didampingi dan dibimbing dengan penuh kasih sayang, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah,” ungkapnya. Dia menambahkan, keberhasilan pendidikan tidak bisa hanya mengandalkan peran sekolah, tetapi harus didukung penuh oleh keluarga. Karena itu pihaknya terus mendorong penguatan sinergi antara sekolah dan orang tua.
“Pendidikan tidak bisa berjalan sendiri. Ketika sekolah dan orang tua berjalan seiring, saling percaya dan saling mendukung, maka insya Allah hasilnya akan jauh lebih baik bagi masa depan anak-anak kita. Mari kita jadikan kegiatan hari ini sebagai titik awal untuk memperkuat sinergi, dimulai dari komunikasi yang baik, perhatian terhadap anak serta komitmen bersama menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi anak-anak kita,” tandasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post