SAMPIT – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Yolanda Lonita Fenisia, memaparkan arah kebijakan dan prioritas kerja Disdik Kotim ke depan, baik program jangka pendek maupun jangka panjang, di tengah tantangan efisiensi anggaran yang cukup signifikan pada tahun anggaran 2026.
Yolanda menjelaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan langsung bergerak melalui kolaborasi dan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, terutama dalam persiapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) serta pelaksanaan sejumlah program dan kegiatan pendidikan lainnya.
“Untuk program jangka pendek, dalam waktu dekat ini kita akan berkolaborasi dan melaksanakan kerja sama dengan stakeholder terkait, khususnya dalam persiapan SPMB dan juga kegiatan program-program lainnya,” ujarnya, Senin 2 Februari 2026.
Sementara itu, untuk program jangka panjang, Disdik Kotim berupaya menuntaskan berbagai persoalan mendasar guna meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di daerah. Yolanda menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya difokuskan pada satu aspek saja, melainkan dilakukan secara menyeluruh.
“Terkait pengembangan kompetensi guru, siswa, hingga sarana dan prasarana, itu semua menjadi prioritas. Jadi tidak ada yang dibedakan, karena peningkatan mutu dan kualitas pendidikan merupakan prioritas utama bagi Dinas Pendidikan,” jelasnya.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Yolanda mengakui adanya pemotongan anggaran di Dinas Pendidikan Kotim yang mencapai kurang lebih Rp18 miliar. Kondisi tersebut menuntut jajarannya untuk lebih cermat dan strategis dalam mengelola program dan kegiatan agar tetap berjalan sesuai dengan dokumen perencanaan yang telah disepakati.
“Dengan adanya efisiensi anggaran, kita harus mengelola program dan kegiatan agar tetap berjalan sesuai dengan apa yang sudah direncanakan,” katanya.
Terkait pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan, Yolanda menyampaikan bahwa Disdik Kotim tidak hanya bergantung pada APBD. Pihaknya juga aktif mengusulkan program revitalisasi ke Kementerian Pendidikan, khususnya untuk pembangunan dan perbaikan fasilitas sekolah.
“Untuk sarpras, kita sudah mengusulkan tidak hanya melalui APBD, tetapi juga melalui program revitalisasi di Kementerian. Jadi tidak semata-mata mengandalkan APBD,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, usulan revitalisasi tersebut mencakup berbagai kebutuhan sarana prasarana, mulai dari pembangunan ruang kelas baru, toilet sekolah, hingga fasilitas bangunan pendukung lainnya di jenjang SD dan SMP. Saat ini, seluruh usulan tersebut masih dalam tahap proses pengusulan dan verifikasi oleh pihak kementerian.
Yolanda juga menegaskan bahwa program peningkatan sarana prasarana pendidikan tidak hanya menyasar wilayah perkotaan, tetapi juga merata hingga ke desa-desa.
“Peningkatannya bermacam-macam, ada pembangunan ruang kelas baru, toilet, dan sarpras bangunan lainnya. Itu merata, tidak hanya di perkotaan saja, tetapi juga di desa. Sekarang masih tahap verifikasi dari Kementerian,” pungkasnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Yolanda berharap kualitas pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Timur dapat terus meningkat meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, melalui kolaborasi, perencanaan yang matang, serta dukungan dari pemerintah pusat.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post