SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menaruh perhatian serius terhadap pengelolaan surplus beras daerah agar tetap berdampak positif bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kotim, Umar Kaderi, menegaskan bahwa sektor pangan merupakan beban sekaligus tanggung jawab besar, khususnya bagi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.
Umar menyampaikan bahwa program pangan saat ini menjadi bagian dari program strategis nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sehingga daerah wajib memberikan dukungan penuh terhadap penguatan ketahanan pangan lokal.
“Tentunya beban berat yang diemban kawan-kawan di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, karena program pangan ini merupakan program strategis nasional. Di sisi lain, kita juga harus memback up ketahanan pangan daerah,” ujarnya, Senin 2 Februari 2026.
Ia mengungkapkan, hingga saat ini Kotim berada dalam kondisi surplus beras. Produksi dinilai cukup besar, namun persoalan yang dihadapi justru berada pada sisi distribusi. Akibatnya, stok beras menumpuk cukup lama di gudang Bulog.
“Alhamdulillah Kotim surplus beras. Produksinya besar, tapi distribusinya yang kurang sehingga banyak menumpuk di gudang Bulog,” jelas Umar.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Bulog Kotim telah melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Kotim. Dalam pertemuan itu, Bulog meminta dukungan agar stok beras yang ada dapat diserap oleh masyarakat, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kotim.
“Bulog meminta agar ASN, baik di tingkat OPD, kecamatan, maupun kelurahan, bisa memanfaatkan dan membeli beras dari Bulog,” katanya.
Umar menyebutkan, Pemkab Kotim telah berkoordinasi dengan Bupati Kotim dan saat ini tengah mempersiapkan instruksi agar seluruh OPD mewajibkan ASN menggunakan beras Bulog. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas pangan daerah, khususnya komoditas beras yang tengah surplus.
“Jika beras itu tidak disalurkan dan terlalu lama menumpuk, tentu bisa berdampak pada stok yang berkepanjangan dan kualitas beras yang menurun,” tegasnya.
Selain mendorong penyerapan beras oleh ASN, Umar juga mengungkapkan adanya permintaan Bulog terkait penguatan sarana penunjang pascapanen. Bulog meminta rekomendasi dari Bupati Kotim untuk menerima bantuan gudang dan pabrik beras yang direncanakan dibangun di Desa Lampuyang.
“Permintaan itu sudah ditindaklanjuti dan ditandatangani Pak Bupati. Bahkan saya mendapat laporan dari Plt Kepala Dinas Pertanian sebelumnya bahwa tahun ini akan dibangun pabrik penggilingan padi dan gudang penyimpanan dari Bulog di desa tersebut,” ungkapnya.
Umar menambahkan, selama ini informasi mengenai surplus beras Kotim belum tersosialisasi secara luas. Oleh karena itu, Bulog bersama pemerintah daerah mendorong pemanfaatan brosur dan informasi surplus beras agar diketahui dan dimanfaatkan oleh ASN di Kotim.
Sebagai tindak lanjut, Bupati Kotim telah mengirimkan surat kepada seluruh OPD untuk menyampaikan imbauan tersebut. Umar pun mengapresiasi respons positif dari jajaran ASN.
“Alhamdulillah r pun mc/p>

