SAMPIT – SMPN 1 Sampit menutup rangkaian kegiatan kokurikuler selama empat hari dengan pameran portofolio, kreativitas, serta penampilan kolosal siswa. Kegiatan ini melibatkan siswa dan orang tua sebagai bentuk kolaborasi untuk menampilkan perkembangan prestasi selama satu semester.
Wakasek Bidang Kesiswaan, Yuli Kartika, mengatakan kegiatan ini menjadi momen evaluasi komprehensif bagi seluruh siswa.
“Hari ini adalah hari terakhir kami melaksanakan kegiatan kokurikuler yang dimulai sejak hari Senin. Empat hari ini kami jadikan sebagai waktu untuk penilaian kokurikuler, di mana anak-anak kami minta hadir bersama orang tua untuk mempersiapkan berbagai macam prestasi yang mereka miliki secara individu,” ujarnya, Jumat 12 Desember 2025.
Ia menyebut konsep ini sebelumnya dikenal sebagai Project P5, namun kini Kementerian menghadirkan penyempurnaan dengan esensi yang hampir sama.
“Kami sangat senang karena anak-anak beserta orang tua berkolaborasi, sehingga banyak orang tua hadir. Di sebelah saya ada koordinator kokurikuler kelas 7, 8, dan 9 yang nanti lebih menjelaskan hal ini karena berhubungan dengan kurikulum,” tambahnya.
Wakasek Bidang Kurikulum, Fatimah, menjelaskan teknis pelaksanaan yang berlangsung selama empat hari.
“Hari pertama dan kedua adalah persiapan, sedangkan hari ketiga dan keempat adalah pameran serta penampilan kolosal. Kegiatan ini akan kami masukkan ke dalam rapor anak-anak sebagai penilaian kokurikuler,” jelasnya.
Ia menegaskan setiap siswa menampilkan portofolio kegiatan selama enam bulan, termasuk intrakurikuler dan ekstrakurikuler yang mereka ikuti.
Dukungan juga datang dari orang tua. Rudi Setiawan, wali murid kelas 7 ruang 4, memberikan apresiasi penuh terhadap gelaran tersebut.
“Ini agenda yang sangat luar biasa. Kalau boleh, dijadikan agenda tahunan di SMPN 1 karena memberikan wacana bagi anak-anak untuk lebih berprestasi. Kalau melihat temannya berprestasi, dia pasti termotivasi. Hasilnya luar biasa, ada yang berprestasi nasional, provinsi, dan yang belum pun menunjukkan bahwa di kelas mereka bisa berprestasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Rafael Alexander, siswa kelas 7 ruang 4, mengaku kegiatan ini memberikan pengalaman berharga.
“Kami mendapatkan pengalaman tentang kreativitas dan keberanian berbicara di depan orang banyak. Ini memacu kami untuk terus berprestasi agar semakin kreatif,” katanya.
Rafael menyebut mereka menampilkan portofolio semua mata pelajaran, prestasi, hingga souvenir sebagai bagian dari pameran.
Kegiatan kokurikuler ini diharapkan menjadi ruang apresiasi sekaligus dorongan bagi siswa untuk terus berkembang dalam berbagai bidang, baik akademik maupun nonakademik.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post