SAMPIT – Kinerja pelayanan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur kembali menunjukkan hasil positif. Berdasarkan hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) semester I tahun 2024, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan Disdik Kotim mencapai nilai 89,15 dengan kategori mutu pelayanan “A” atau sangat baik.
Kepala Disdik Kotim, Muhammad Irfansyah, menyampaikan rasa syukurnya atas capaian tersebut. Ia menilai hasil ini merupakan bentuk nyata dari kerja keras seluruh jajaran dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama di bidang pendidikan.
“Alhamdulillah, SKM Disdik Kotim menunjukkan hasil menggembirakan dengan nilai indeks 89,15. Ini menunjukkan mutu pelayanan kita berada di tingkat sangat baik. Namun capaian ini bukan akhir, melainkan awal untuk terus berbenah,” ujarnya, Selasa 21 Oktober 2025.
Irfansyah menjelaskan, dari sembilan unsur pelayanan yang diukur, unsur biaya atau tarif mendapatkan penilaian tertinggi dengan rata-rata indeks 4,00. Sementara delapan unsur lainnya memiliki nilai rata-rata antara 3,40 hingga 3,90. Survei dilakukan terhadap 20 responden berusia antara 18 hingga 55 tahun yang pernah menerima layanan Disdik Kotim.
“Unsur biaya menjadi yang paling memuaskan bagi masyarakat karena dinilai transparan dan tidak memberatkan. Sedangkan unsur lain seperti ketepatan waktu, kesopanan petugas, dan kualitas hasil pelayanan masih akan terus kita tingkatkan,” jelasnya.
Menurutnya, mempertahankan predikat “sangat baik” justru menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh jajaran Disdik Kotim. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui evaluasi berkala dan penerapan sistem kerja yang lebih efisien.
“Tugas berat kita sekarang adalah menjaga konsistensi mutu pelayanan ini. Kami berkomitmen untuk terus memperbaiki hal-hal yang masih kurang, agar masyarakat semakin puas dengan layanan pendidikan di Kotim,” kata Irfansyah.
Selain memperkuat tata kelola pelayanan, Disdik Kotim juga akan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan dinas maupun sekolah-sekolah. Hal ini dianggap penting agar budaya pelayanan prima benar-benar melekat di semua lini.
“Harapan kami, nilai kepuasan masyarakat yang sudah tinggi ini bisa terus dipertahankan bahkan ditingkatkan. Dari hasil evaluasi nanti, unsur-unsur dengan nilai yang belum maksimal akan kami perbaiki agar pelayanan publik semakin optimal,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post