SAMPIT – SMP Negeri 1 Sampit terus berinovasi dalam sistem pembelajaran dengan menitikberatkan pada pengenalan potensi dan pendampingan karakter setiap siswa. Kepala Sekolah Suyoso menyebut, sekolah berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang memerdekakan siswa untuk tumbuh sesuai minat, bakat, dan keunikannya masing-masing.
“Setiap anak memiliki kelebihan yang berbeda-beda. Tugas guru adalah mengenali dan memfasilitasi potensi itu agar tumbuh menjadi kekuatan. Anak-anak harus menjadi dirinya sendiri, bukan meniru orang lain,” ujar Suyoso, Jumat 10 Oktober 2025.
Ia menjelaskan, pendekatan yang diterapkan bukan sekadar berorientasi pada pencapaian akademik, melainkan juga pembentukan karakter, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial. Menurutnya, pendidikan sejati adalah proses menumbuhkan manusia yang berani, peduli, dan memiliki nilai-nilai moral kuat.
“Hebat itu bukan hanya soal menang lomba, tetapi juga tentang kepedulian, tanggung jawab, dan keberanian memimpin. Nilai-nilai itu yang kami tanamkan dalam keseharian di sekolah,” tegasnya.
Untuk menyalurkan potensi siswa, sekolah menyediakan berbagai jalur pembinaan. Siswa dengan minat akademik difasilitasi menuju Olimpiade Sains Nasional (OSN), yang berbakat olahraga diarahkan ke Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), dan yang unggul dalam seni dibina untuk mengikuti Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N).
Selain itu, SMPN 1 Sampit juga membuka peluang bagi siswa yang tertarik di bidang penelitian melalui Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) serta bidang sepak bola melalui Gala Siswa Indonesia (GSI)
Semua program tersebut dirancang agar siswa memiliki kesempatan menonjol di bidang masing-masing tanpa harus dibanding-bandingkan.
Namun, Suyoso menegaskan bahwa esensi pendidikan di SMPN 1 Sampit tidak berhenti pada prestasi lomba. Sekolah justru menempatkan aspek pembinaan karakter dan konsistensi perilaku sebagai prioritas utama. Program sederhana seperti Gerakan 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun) hingga penataan sepatu di depan kelas dilakukan secara konsisten sebagai pembiasaan positif.
“Keteladanan itu kunci. Kalau guru memberi contoh, murid akan mengikuti. Komitmen dan konsistensi itulah yang membentuk karakter,” ungkapnya.
Selain membina, sekolah juga memberikan apresiasi bagi siswa yang menunjukkan perilaku positif, baik di bidang kepemimpinan, kedisiplinan, maupun kepedulian sosial. Penghargaan ini dinilai efektif untuk memotivasi siswa agar terus berkembang dan menjadi panutan bagi teman-temannya.
“Prestasi tidak hanya soal nilai atau piala, tetapi juga tentang sikap dan karakter. Ketika siswa rajin, peduli, dan bisa memimpin, itu juga bentuk prestasi yang layak diapresiasi,” katanya.
Untuk memperluas dampak pembinaan, SMPN 1 Sampit bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, orang tua, serta mitra eksternal dalam menyediakan dukungan fasilitas, transportasi, dan pendanaan kegiatan siswa. Hasil karya dan prestasi siswa juga dipublikasikan melalui seminar dan media massa sebagai bentuk inspirasi bagi pelajar lainnya.
“Setiap capaian kami publikasikan agar anak-anak lain bisa belajar dan termotivasi. Dari situ lahir generasi yang saling menginspirasi,” ucapnya.
Berbagai upaya tersebut telah membuahkan hasil. SMPN 1 Sampit kini dikenal sebagai sekolah berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Terbaru, sekolah ini sukses meraih tiga penghargaan internasional dalam ajang World Sustainable Development Goal Challenge (WSDG) 2025 di Cyberjaya, Malaysia.
“Pendekatan berbasis potensi ini terbukti mampu melahirkan siswa yang berprestasi dan percaya diri. Kami akan terus berkomitmen mencetak generasi yang unggul dan berkarakter,” tutup Suyoso.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post