SAMPIT – Kepala Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Harati, Deny Hidayat, menilai keberadaan Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi upaya pemerataan pendidikan, tetapi juga strategi efektif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah-daerah tertinggal.
Program ini, menurutnya, memiliki peran besar dalam mengubah masa depan anak-anak di pelosok agar mampu bersaing secara akademis dan sosial.
“Sekolah Rakyat hadir bukan sekadar membuka akses pendidikan, tetapi juga menciptakan generasi yang cerdas, mandiri, dan memiliki daya saing. Pendidikan yang baik akan mengubah cara berpikir dan membuka peluang lebih luas bagi anak-anak di daerah,” ujar Deny, Jumat 10 Oktober 2025.
Ia menjelaskan bahwa konsep Sekolah Rakyat menjadi model pendidikan yang inklusif, dengan mengedepankan keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan dan pengawasan. Melalui pendekatan partisipatif, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga bagian dari perubahan itu sendiri.
“Pelibatan masyarakat lokal sangat penting agar ada rasa memiliki. Ketika masyarakat ikut berperan sebagai pendidik, relawan, atau penyedia fasilitas, mereka akan menjaga dan memastikan kegiatan belajar berjalan berkelanjutan,” tuturnya.
Selain mendorong pemerataan, Deny menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung transparansi dan efektivitas pembelajaran. Pemerintah pusat, kata dia, telah menyediakan berbagai platform digital seperti aplikasi pembelajaran daring dan sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) untuk memantau capaian siswa hingga penggunaan anggaran sekolah.
“Sekarang semua sekolah sudah terhubung dalam Dapodik. Artinya, masyarakat bisa ikut memantau data siswa, tenaga pendidik, hingga alokasi anggaran. Ini bagian dari keterbukaan pendidikan yang akan memperkuat kepercayaan publik,” jelasnya.
Lebih lanjut, Deny menyebut keberhasilan Sekolah Rakyat bergantung pada kolaborasi lintas pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan komunitas lokal. Sinergi ini dinilai krusial agar penyelenggaraan Sekolah Rakyat benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Tanpa kolaborasi, Sekolah Rakyat tidak akan berjalan optimal. Dukungan dari pemerintah, LSM, dan komunitas lokal sangat penting agar program ini benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan mampu mencetak SDM unggul,” tegasnya.
Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat tidak berhenti pada pelaksanaan, tetapi juga pengawasan agar program tetap relevan dan adaptif terhadap perubahan zaman.
“Dengan kerja sama yang kuat dan komitmen bersama, Sekolah Rakyat bisa menjadi sarana memutus rantai kemiskinan dan melahirkan generasi emas Indonesia,” pungkas Deny.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post