MUARA TEWEH – Bupati Barito Utara (Barut) H. Shalahuddin, menegaskan arah kebijakan awal pemerintahannya akan difokuskan pada pemetaan program pembangunan secara menyeluruh dan pengelolaan keuangan daerah yang efisien. Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat kemajuan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Shalahuddin, pemerintah daerah akan melakukan mapping atau pemetaan awal terhadap kegiatan prioritas, terutama di sektor kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur. Ia menilai percepatan pembangunan memiliki kaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.
“Percepatan pembangunan itu menentukan tingkat kesehatan masyarakat. Karena setiap ada perputaran uang, di situ ada kemakmuran,” ujar Shalahuddin usai pelantikan di Palangka Raya, Jumat 10 Oktober 2025. Dia menekankan pentingnya pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) secara tepat waktu dan produktif. Menurutnya, lambatnya penyerapan anggaran dapat berdampak langsung terhadap roda ekonomi daerah.
“Jangan sampai APBD yang sudah ada lambat dikerjakan. Dengan penyerapan anggaran yang bagus, otomatis kesehatan masyarakat meningkat dan pertumbuhan ekonomi berjalan baik,” katanya. Lebih lanjut, Shalahuddin juga menyoroti tantangan fiskal akibat pemangkasan dana pusat, sehingga pemerintah daerah harus lebih hemat dan inovatif dalam menjalankan program.
“Banyak dana pusat yang dipotong. Karena itu kita harus lebih efisien dan efektif. Yang pasti harus mengencangkan ikat pinggang,” tegasnya. Dalam konteks tersebut, ia menegaskan komitmennya untuk mengelola keuangan daerah secara transparan, cermat, dan akuntabel, dengan tujuan agar masyarakat tetap hidup nyaman dan sejahtera.
“Tugas kami adalah bagaimana mengelola keuangan daerah sebaik mungkin agar masyarakat tetap hidup dengan tenang dan sejahtera,” ujarnya. Menutup pernyataannya, Shalahuddin menegaskan bahwa seluruh kepala daerah di Indonesia harus menjalani gaya hidup sederhana sebagaimana diingatkan Menteri Dalam Negeri.
“Mulai dari Pak Menteri Dalam Negeri sudah mengingatkan, semua kepala daerah harus hidup sederhana. Jangan melihat kemewahan, tapi bagaimana anggaran bisa digunakan seefektif dan secermat mungkin,” pungkasnya.
(nra/matakalteng)





















Discussion about this post