SAMPIT – SMP Negeri 1 Sampit akan meluluskan 334 siswa angkatan tahun ajaran 2024/2025 pada 2 Juni mendatang. Kepala SMPN 1 Sampit, Suyoso, menyebut capaian tahun ini sangat membanggakan, dengan sejumlah siswa meraih prestasi dari tingkat kabupaten hingga internasional.
“Angkatan ini memiliki komitmen tinggi. Prestasi nasional di bidang penelitian berhasil diraih, bahkan ada yang menembus level internasional. Rata-rata dari mereka yang lulus ini memiliki prestasi baik itu di tingkat kabupaten provinsi hingga nasional dan internasional. Beberapa siswa juga telah diterima di SMA Taruna dan sekolah unggulan lainnya di berbagai provinsi,” kata Suyoso, Selasa 27 Mei 2025.
Ia berharap, semangat belajar siswa tidak berhenti setelah lulus dari SMP. Namun melanjutkan menuntut ilmu sepanjang hayat, agar dapat mengenali talenta diri, dan mengukir prestasi di tempat yang baru.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kotim Muhammad Irfansyah menyampaikan apresiasi dalam acara purnawiyata yang digelar di sekolah tersebut.
“Hari ini bukan akhir, tapi awal untuk menuju pendidikan lebih tinggi. Semoga mereka bisa memilih sesuai minat dan bakat masing-masing,” ujar Irfansyah.
Pada momen tersebut juga ditandatangani komitmen bersama pelaksanaan SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) yang berintegritas.
“Kita ingin penerimaan murid baru berjalan adil, jujur, tanpa isu atau praktik menyimpang. Awal yang baik akan membawa hasil yang baik pula,” tegasnya.
Ketua Komite SMPN 1 Sampit, Susilo, menyampaikan pentingnya sinergi antara sekolah dan orang tua.
“Pelepasan siswa bukan sekadar acara, ini pengembalian tanggung jawab ke orang tua. Pendidikan karakter berawal dari keluarga. Komite hadir sebagai jembatan antara pihak sekolah dan wali murid,” tuturnya.
Menurutnya peran orang tua dalam dunia pendidikan sangatlah penting untuk memberikan support terbaik kepada anak-anak terutama dalam pembentukan karakter anak, yang mana dirinya menyadari pembentukan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah namun berawal dari keluarga dan kembali untuk keluarga.
Suasana haru juga tampak dari pernyataan siswa. Axel Givani dari kelas IX-1 menyampaikan terima kasih atas suasana belajar yang mendukung selama di SMPN 1 Sampit.
“Guru-gurunya seru dan interaktif, saya merasa dibimbing tanpa dihakimi. Saya merasa diterima dan diarahkan menjadi pribadi lebih baik,” ujarnya.
Senada, Amira Mahya dari kelas IX-7 menyebut sekolah sebagai tempat penuh kenangan.
“Teman-temannya ramah, guru-gurunya membimbing dengan tulus, dan orang tua pun dilibatkan. Ini pengalaman yang sangat berharga,” ucapnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post