SAMPIT – Budaya literasi peserta didik di SMPN 1 Suling Tambun, Kecamatan Seruyan dinilai meningkat pasca adanya reformasj perpusatakaan sekolah yang menarik minat baca murid.
Literasi merupakan kemampuan seseorang dalam mengolah dan memamhami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis, pada zaman yang serba digital ini tentu kemampuan literasi sangat dibutuhkan, tidak terkecuali di SMP Negeri 1 Suling Tambun, Kabupaten Seruyan.
Sekolah yang berada di daerah 3T ini (terpencil, terluar dan terdepan) belum dapat menikmati adanya listrik dan sinyal yang bagus layaknya daerah-daerah yang sudah maju dan kemampuan dalam menggunakan gadget yang serba digital.
“Dalam perjalanan untuk pengembangan meningkatkan literasi di sekolah, SMP Negeri 1 Suling Tambun lebih memfokuskan mengisi jam literasi murid berada di perpustakaan,”kata Toto Widyanto, selaku Kepala Perpustakaan SMP Negeri 1 Suling Tambun, Selasa 29 Oktober 2024.
Sekolah yang terletak di Desa Tumbang Langkai ini menerapkan beberapa strategi dalam meningkatkan minat dan motivasi murid dalam membaca diantaranya membuat pojok literasi di perpustakaan.
Ada pula dengan menempelkan sejumlah kata motivasi dan semangat agar siswa gemar literasi di perpustakaan dan juga ada kegiatan tukar cerita antar murid tentang isi buku yang telah dibaca.
Dalam perjalanannya kegiatan ini ternyata dapat meningkatkan minat literasi siswa secara signifikan.
“Selain membuat jam literasi yang bergiliran setiap harinya kami juga mengajak siswa untuk membuat resume, atas apa yang sudah dibaca kemudian ditulis dalam buku khusus literasi yang mereka punya,”bebernya.
Buku tersebut disimpan di perpustakaan dan besoknya kemudian dilaksanakan kembali hal demikian untuk menyambung buku bacaan yang telah dibaca, karena ditargetkan dalam 1 atau 2 bulan murid selesai membaca buku yang telah diminati.
“Tntunya buku dengan ketebalan tertentu agar capaian target membaca buku dapat selesai tepat waktu,”bebernya.
Kepala Sekolah SMPN 1 Suling Tambun Tri Hermanto menyambut baik ide gagasan ini untuk dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Karena minta baca peserta didik akan sangat mempengaruhi hasil belajar bahkan karakter yang terbentuk pada diri mereka,”tutupnya.
(dia/matakalteng)






