SAMPIT – Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyoroti kegiatan festival budaya yang dilaksanakan di halaman Museum Kayu Sampit. Dimana dalam kegiatan ini peserta didominasi dari kalangan pelajar.
“Melihat antusias dari para pelajar mengikuti kegiatan budaya ini patut kita apresiasi, dan festival semacam ini sangat cocok sebagai wadah pelestarian budaya terutama dengan melibatkan generasi muda,”kata Kepala Disdik Kotim, Muhammad Irfansyah, Senin 21 Oktober 2024.
Bahkan ia memperhatikan, peserta tidak hanya dari pelajar yang ada di Kota Sampit namun juga dari luar seperti dari Kecamatan Parenggean hingga Desa Bagedang dan dari Kecamatan Mentaya Hilir Utara.
“Memang budaya kita harus dilestarikan terutama untuk anak muda kita diharapkan menjaga kelestarian ini khususnya pelajar-pelajar yang ada di sini. Saya sebagai kepala Dinas Pendidikan sangat mengapresuasu kegiatan ini yang melibatkan pelajar-pelajar kita. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini mereka bisa melestarikan budaya yang ada di kabupaten Kotim,”tegasnya.
Apalagi ujarnya, seni dan budaya juga termasuk salah satu ekskul di sekolah-sekolah, yaitu bukan hanya bahasa tapi tarian daerah juga masuk dalam kegiatan ekstrakurikuler.
“Bahkan di beberapa sekolah juga mengandalkan ekstrakurikulernya adalah tarian-tarian daerah, karena minat dan kompetensi pelajar untuk meneruskan warisan saya lihat di daerah kita ini sangat bagus, terutama melihat dari jumlah peserta pada festuval ini mencapai 100 pelajar,”bebernya.
Ia meyakini, masih banyak lagi putra-putri Kotim terutama dari kalangan pelajar yang mau ikut dalam pelestarian budaya. Karena tak hanya pada kegiatam festival, kegiatan lainnya yang terkait dengan pelestarian budaya ia melihat adanya antusias yang tinggi untuk mempertahankan budaya-budaya leluhur.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post