SAMPIT – Lokakarya 3 calon guru penggerak angkatan 11 di kabupaten Kotawaringin Timur mengangkat tema peran pemimpin dalam pembelajaran sebagai bagian dari program pendidikan guru penggerak.
“Pendidikan guru penggerak adalah pengembangan keprofesian berkelanjutan yang merupakan program kolektif guru untuk menggerakkan komunitas pendidikan agar menjadi pemimpin pembelajaran,”kata Kabid GTK Dinas Pendidikan Kotim Edie Sucipto, Rabu 18 September 2024.
Kepada peserta calon guru penggerak yang nantinya akan dilatih selama kurang lebih 6 bulan ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi diri sendiri dan institusi atas sekolahnya, sehingga memberikan makna bagi sekitarnya serta hal luar biasa bagi sekolahnya. Agar hal negatif oleh para siswa atau siswi kedepannya tidak terjadi lagi.
“Dalam lokakarya 3 ini juga memberikan ruang bagi para guru penggerak untuk saling berbagi pengalaman terbaik mereka dalam mengatasi tantangan di lapangan. Diskusi panel dan sesi tanya jawab menjadi momen berharga untuk menggali ide-ide kreatif dalam menghadapi perubahan dinamis di dunia pendidikan,”ucapnya.
Dalam lokakarya 3 ini juga diharapkan calon guru penggerak mampu mendemonstrasikan pemahaman mereka tentang pembelajaran berdiferensiasi, mampu mendemonstrasikan pemahaman mereka mengenai mindfulness dan integrasi.
“Juga mengenai kompetensi sosial emosional dalam praktik mengajar, merencanakan strategi berbagi dengan rekan sejawat mengenai pembelajaran berdiferensiasi dan kompetensi sosial emosional,”tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post