SAMPIT – Anggota DPRD kabupaten Kotawaringin Timur Mariani menekankan bahwa penanganan anak putus sekolah khususnya di kabupaten Kotawaringin Timur perlu keseriusan dari pemerintah setempat maupun dinas teknis yang membidanginya.
“Pasalnya pada tahun 2023 lalu Kotim menduduki urutan tertinggi angka anak putus sekolah di Kalimantan Tengah dengan total 6 ribu lebih. Angka ini tidaklah sedikit bahkan sangat memprihatinkan,”ujarnya, Rabu 18 September 2024.
Diharapkan peran aktif sekolah juga harus dilakukan yaitu bagi sekolah yang memiliki anak didik putus sekolah di tengah jalan agar disambangi ke rumahnya, atau membuat janji temu bersama Wali orang tua peserta didik tersebut untuk mengetahui penyebabnya, diharapkan anak itu masih tetap diajak bersekolah kembali.
“Karena pada tahun 2023 itu untuk total Drop Out sebanyak 2.391 orang dan lulus tidak melanjutkan ada 3.653 orang. Kita berharap jika sudah diketahui penyebab mereka berhenti sekolah agar dapat dicarikan solusinya, misal jika karena faktor ekonomi maka bisa diikutsertakan beasiswa pemerintah,”tegasnya.
Menurutnya, menekan angka putus sekolah bisa menjadi salah satu cara meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak di daerah ini. Hal itu juga berkaitan dengan visi Indonesia emas 2045.
“Dalam hal kebijakan pemerintah daerah harus mampu menetapkan kebijakan yang mendukung sistem pendidikan yang lebih baik dan memberikan akses yang lebih luas kepada anak-anak di seluruh daerah. Karena saat ini masih banyak anak-anak yang terhalang akses pendidikan karena faktor ekonomi, jarak atau kurangnya infrastruktur pendidikan yang memadai,”pungkasnya.
Sebelumnya bupati Kotim Hakikinnor mangaku terus berupaya menekan jumlah anak putus sekolah di daerah ini. Bahkan pihaknya telah menjalankan berbagai program sebagai upaya menekan angka putus sekolah. Namun terkendala keterbatasan kemampuan dan harus menyesuaikan kondisi keuangan daerah.
“Saya sudah meminta agar perangkat desa maupun Lurah serta Camat mendata anak yang terancam putus sekolah di sekitar lingkungannya masing-masing, agar dapat segera dikoordinasikan dan supaya bisa kita bantu. Pihak sekolah juga diharapkan bisa memberi keringanan agar anak-anak kita tidak sampai putus sekolah,”tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post