SAMPIT – Pengawas sekolah di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang sekaligus Koordinator Wilayah Kecamatan MB Ketapang Sukarma menyampaikan, sekarang ini pengawas sekolah berperan sebagai mitra untuk sekolah, sehingga tidak lagi seperti dulu yang benar-benar hanya mengawasi.
“Namun memang sekarang ini kita masih kekurangan pengawas, yang diketahyi jumlah sekolah negeri ada sekitar 43 ditambah dengan swasta ada sekitar 53. Jadi kemarin kami hanya ada tiga pengawas di Ketapang, sehingga satu pengawas mengawasi sebanyak 15 sekolah atau 219 guru, padahal fokusnya hanya 10 sekolah atau 60 guru,” ujarnya, Sabtu 10 Agustus 2024.
Meski demikian, ia bersyukur pada tahun 2024 ini ada penambahan lagi satu pengawas sehingga jumlah sekolah yang diawasi bisa pihaknya kurangi. “Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan juga sudah menyampaikan kepada kami sebagai pengawas yang menjadi instruksi langsung berkaitan dengan pengawasan di sekolah untuk pungutan liar, jadi kami sebagai pengawas ini apapun yang disampaikan oleh kepala dinas langsung kami sampaikan ke sekolah,” tegasnya.
Termasuk kata Sukarma, edaran-edaran terkait PPDB dan kegiatan proses belajar mengajar. Karena pihaknya menyadari jika dulu pengawas ini benar benar hanya mengawasi dari jauh saja, dan kedua sebagai penilik yaitu khusus menilik saja.
“Sekarang itu berbeda. Penilik ada tersendiri untuk pendidikan kemasyarakatan seperti PKBM dan tempat kursus itu bagian penilik bidang PAUD, kalau pengawas ada pengawas TK, SD, SMP dan SMA. Tapi selama ini di Kotim belum ada pengawas TK. Apalagi sekarang sudah regulasi pengaws TK harus Serdik,” bebernya.
Tambah Sukarma, meski ia selalu mengawasi dan memberikan pembinaan namun tentunya tidak semua hal yang dilaksanakan sekolah dapat terawasi. Dan ia mengakui ada dua sekolah binaanya yang sudah diperiksa Dinas Pendidikan lantaran adanya pungutan.
“Belum lama ini juga yang mau diperiksa binaan saya juga. Katanya mau ada ciber kesana, dan saya selalu terbuka kalau untuk kebaikan semua. Karena tidak ada yang menjanggal proses pembelajaran, semuanya untuk keperluan perbaikan pembelajaran,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)





















