• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Sabtu, 25 Juli 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Kotim Kekurangan Pengawas Sekolah Lebih Dari 50 Persen

Kotim Kekurangan Pengawas Sekolah Lebih Dari 50 Persen

Selasa, 6 Agustus 2024
in Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur
A A
Foto: DIAN/MATA KALTENG - Komisi III DPRD Kotim bersama Dinas Pendidikan usai RDP terkait pungutan di sekolah, 5 Agustus 2024.

Foto: DIAN/MATA KALTENG - Komisi III DPRD Kotim bersama Dinas Pendidikan usai RDP terkait pungutan di sekolah, 5 Agustus 2024.

Share on FacebookShare on Twitter

SAMPIT – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Marianie menyampaikan, bahwa saat ini Kotim kekurangan pengawas sekolah bahkan lebih dari 50 persen. Sehingga menurutnya pengawasan belum bisa dilakukan optimal, lantaran masing-masing pengawas harus mengawasi sekolah dengan jumlah yang tidak seharusnya.

“Ini sudah saya sampaikan kepada Dinas Pendidikan bahwa keberadaan pengawas saat ini sudah tidak relevan lagi dengan jumlah sekolah yang harus diawasi, karena terlalu banyak sekolah yang diawasi sedangkan jumlah pengawas nya hanya sedikit. Ada 315 SD yang harus diawasi, swastanya 66 sekolah,”ujarnya, Selasa, 6 Agustus 2024.

Baca juga berita lainnya

Lepas Kontingen O2SN ke Tingkat Provinsi, Disdik Kotim Optimistis Atlet Pelajar Raih Prestasi Terbaik

Disdik Kotim Perkuat Pemanfaatan BOSP Kinerja, Sekolah Diminta Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan

SMPN 3 Sampit Petakan Minat dan Bakat Siswa Baru Sejak Hari Pertama MPLS

SDN 3 Mentawa Baru Hulu Terima 82 Siswa Baru, Kepsek Kenalkan Guru sebagai Superhero pada MPLS Ramah

Sementara itu Kepala Disdik Kotim Muhammad Irfansyah mengatakan, terkait kesenjangan antara pengawas dan jumlah sekolah memang diakui ada kekurangan, karena ada regulasi saat ini pengawas harus guru penggerak dan uji kompetensi kepengawasan.

“Kalau dulu kami bisa mengusulkan ke Pemda melalui BKSDM yaitu kepala sekolah yang senior, sekarang tidak boleh lagi. Dan harus melewati aplikasi yaitu aplikasi SIM kepegawaian, jadi menjadi kendala juga,”ujar Irfansyah.

Sementara lanjutnya, pengawas yang ada sekarang ini adalah pengawas lama, serta yang menjadi kendala juga tugas pengawas sekarang tidak dibeda-bedakan lagi, baik TK, SD maupun SMP menjadi satu pengawas sekolah, sehingga sekarang bebas bisa mengawasi TK SD ataupun SMP.

“Dan kepala sekolah juga sekarang sama seperti sistem di Kemenag, kepala sekolah SMP bisa turun ke SD, begitu juga SD bisa naik ke SMP. Karena mereka menjadi pemimpin saja, sehingga tidak ada lagi pembedaan. Sama halnya dengan guru penggerak, guru TK, SD, SMP bahkan SMA jadi satu saja untuk pelatihannya,”tegasnya.

Saat ini kata Irfan, pengawas di Kotim ada 20 orang, sedangkan idealnya harusnya 40 orang. Karena satu pengawas untuk dapat mengawasi 10 satuan pendidikan negeri dan swasta atau 60 guru untuk idealnya.

“Jadi sekarang tidak ideal, seperti bapak Sukarma saja di wilayah Ketapang mengawasi hingga 15 satuan pendidikan, padahal maksimumnya 10 satuan pendidikan dan minimumnya 6 satuan pendidikan,”ucapnya.

Sekarang ini ujarnya, jumlah seluruh sekolah baik TK SD dan SMP yang ada di Kotim sekitar 600 lebih, Sehingga ia juga sudah sampaikan untuk mencari solusinya agar nantinya pemerintah daerah menyampaikan kepada Kementerian Pendidikan Kebudayaan bagaimana solusi di daerah Kotim ini agar jangan sampai kekurangan pengawas sekolah.

“Nanti akan kami tindak lanjuti hal ini ke Dirjen GTK di pusat untuk mencarikan solusinya bagaimana, Karena di Kotim sendiri kita ketahui rentang sekolahnya berjauhan. Bayangkan untuk 10 sekolah yang diawasi itu jaraknya semua jauh,”bebernya.

Ia mencontohkan, seperti di desa Samuda, atau di Kecamatan Pulau Hanaut dan kecamatan Antang Kalang semua sekolahnya berjauhan bahkan medannya juga cukup sulit.

“Makanya itu juga menjadi keluhan mereka juga yang di daerah,”tutupnya.

(dia/matakalteng)

Share2Tweet1SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Insentif Fiskal Sebagai Dorongan Pengendalian Inflasi Daerah

Next Post

Komite Sekolah Harus Optimal, Tidak Ada Lagi Pembelian Buku Hingga LKS di Sekolah

Berita Terkait

Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur

Lepas Kontingen O2SN ke Tingkat Provinsi, Disdik Kotim Optimistis Atlet Pelajar Raih Prestasi Terbaik

Kamis, 16 Juli 2026
Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur

Disdik Kotim Perkuat Pemanfaatan BOSP Kinerja, Sekolah Diminta Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan

Kamis, 16 Juli 2026
Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur

SMPN 3 Sampit Petakan Minat dan Bakat Siswa Baru Sejak Hari Pertama MPLS

Senin, 13 Juli 2026
Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur

SDN 3 Mentawa Baru Hulu Terima 82 Siswa Baru, Kepsek Kenalkan Guru sebagai Superhero pada MPLS Ramah

Senin, 13 Juli 2026
Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur

Korwil Pendidikan MB Ketapang Tegaskan MPLS Ramah Harus Bebas Perundungan, Sekolah Jadi Rumah Kedua Siswa

Senin, 13 Juli 2026
Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur

Disdik Kotim Proses Penegerian Tiga PAUD dan TK, Tim Sudah Turun Verifikasi

Kamis, 9 Juli 2026
Load More
Next Post

Komite Sekolah Harus Optimal, Tidak Ada Lagi Pembelian Buku Hingga LKS di Sekolah

Marianie: Guru Profesional, Laksanakan Les Pribadi Tidak di Sekolah

Ini Bunda PAUD yang Akan Wakili Kotim ke Tingkat Provinsi

Berperan Aktif Turunkan Stunting, Bunda PAUD Terlibat Optimalkan PAUD HI

Pentingnya Pendidikan Menyeluruh dan Berkesinambungan

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

Galian C Ilegal di Talekoi, Diduga Ada Ormas Terseret

Sabtu, 25 Juli 2026

PT PIR Diduga Gunakan Material Ilegal untuk Pemeliharaan Jalan Houling Tambang  PT Hasnur

Jumat, 24 Juli 2026

HANI 2026, Pemkab Kotim Tegaskan Komitmen Wujudkan Daerah Bersih dari Narkoba

Kamis, 23 Juli 2026

BPBD Kotim Padamkan Karhutla di Perumahan CMDP, Api Melalap 1 Hektare Lahan Gambut

Kamis, 23 Juli 2026

Tabligh Akbar Bersama Ning Umi Laila, Irawati Ajak Masyarakat Perkuat Iman dan Ukhuwah Islamiyah

Selasa, 21 Juli 2026

Kotim Sepakati Raperda Penanganan Kawasan Kumuh, Perkuat Dasar Hukum Penataan Permukiman

Senin, 20 Juli 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12235 shares
    Share 4894 Tweet 3059
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5952 shares
    Share 2381 Tweet 1488
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4269 shares
    Share 1708 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3807 shares
    Share 1523 Tweet 952
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3618 shares
    Share 1447 Tweet 905
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2790 shares
    Share 1116 Tweet 698
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2367 shares
    Share 947 Tweet 592
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK