KUALA KURUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas menggelar penilaian lomba inovasi daerah tahun 2024. Ini merupakan sarana pemerintah untuk mendorong terciptanya suatu penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan masyarakat yang lebih produktif, efisien dan efektif.
“Inovasi berdampak bagi kemajuan suatu daerah. Kalau tidak berinovasi, maka akan tertinggal jauh dibandingkan daerah lain. Inovasi harus menjadi budaya yang harus terus dipupuk demi kemajuan daerah,” kata Pj Bupati Gumas Herson B Aden, Senin, 22 Juli 2024.
Salah satu upaya untuk memupuk budaya inovasi di Kabupaten Gumas adalah dengan memberi ruang yang sebesar-besarnya terhadap penciptaan ide-ide yang inovatif dan memberikan penghargaan pada setiap inovasi yang dilakukan.
“Setiap tahun lomba inovasi pada perangkat daerah dilakukan dengan cakupan yang semakin luas dari tahun-tahun sebelumnya, dan selalu melibatkan pemerintah desa,” terangnya.
Selain sebagai pemacu budaya inovasi, lomba inovasi menjadi salah satu cara meningkatkan indeks inovasi Kabupaten Gumas yang penilaiannya dilakukan setiap tahun oleh Kemendagri atau yang dikenal dengan Innovarive Government Award.
“Tahun 2023, Kabupaten Gumas berada di urutan 325 dari 415 kabupaten/kota, atau kurang inovatif. Ini menandakan penerapan inovasi di Kabupaten Gumas belum konsisten,” sesalnya.
Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Gumas Yantrio Aulia mengakui, lomba inovasi daerah ini bertujuan untuk menciptakan budaya inovasi menuju Kabupaten Gumas dengan predikat kabupaten terinovatif.
“Lomba inovasi diikuti oleh peserta dari seluruh perangkat daerah beserta UPT dibawahnya, yang sudah menginput pada aplikasi IGA, baik itu dari perangkat daerah, puskesmas dan sekolah,” tandasnya.
(sid/matakalteng)





















Discussion about this post