SAMPIT – SMKN 1 Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan setempat dalam rangka melaksanakan kegiatan aksi bergizi di sekolah. Yang mana kegiatan ini merupakan prgram tahunan dari Dinkes guna mensosialisasikan makanan bergizi seimbang.
“Kami sangat menyambut baik program dari Dinkes, dan kami mengucapkan terima kasih yang banyak karena dengan adanya program ini akan memberikan sosialisasi kepada siswa/i kami, dimana usia mereka adalah usia belajar dengan pola hidup sehat,”kata Kepala SMKN 1 Sampit Suwandi, Jumat, 19 Juli 2024.
Dan diharapkan lanjutnya, siswa/i khususnya di SMKN 1 Sampit yang mengikuti kegiatan ini bisa belajar dengan baik, setelah menerima informasi dari Dinkes akhirnya juga bisa menerapkan pola hidup sehat sampai mereka terjun ke masyarakat.
“Hari ini kegiatan aksi bergizi dirangkai dengan kegiatan pemeriksaan kesehatan, pemberian tablet penambah darah untuk siswi dan makan buah bersama, sarapan bersama serta pemeriksaan hemogoblin dari petugas kesehatan,”ungkapnya.
Sementara itu diketahui, dari jumlah siswa yang ada di SMKN 1 Sampit sebanyak 1.118 orang, ada sekitar 188 siswa yang sedang mengadakan PKL. Sehingga yang mengikuti kegiatan aksi bergizi ada sekitar 900 orang.
Sementara itu Sekretaris Dinkes Kotim Ali menambahkan, kegiatan ini bagian dari upaya kesehatan untuk menyadarkan masyarakat tentang hidup sehat salah satunya di sektor gizi.
“Ini kaitannya bahwa pada usia remaja sangat riskan terutama yang putri menderita anemia atau kekurangan darah. Salah satu alasannya karena remaja putri mengalami siklus menstruasi setiap bulannya. Menstruasi bulanan menyebabkan para remaja putri mudah mengalami anemia, yaitu kondisi dimana sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin didalamnya lebih rendah dari biasanya,”ujarnya.
Pada remaja putri, Anemia dapat memperbesar resiko kematian saat melahirkan, bayi lahir prematur, dan berat badan bayi yang cenderung rendah.
“Anemia rentan terjadi pada kelompok remaja. Sebenarnya tidak hanya remaja perempuan, tetapi remaja laki-laki juga berisiko mengalami anemia. Hanya saja, prevalensi anemia pada perempuan 6% lebih tinggi daripada laki-laki. Bahkan menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Badan Litbangkes Kemenkes RI tahun 2018, prevalensi anemia pada remaja putri sebesar 32%,”ucapnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post