SAMPIT – Sekolah diharapkan secara rutin menggelar kegiatan bakti lingkungan dan pentas seni. Hal itu disampaikan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) untuk mendorong penerapan kurikulum merdeka terutama dalam projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5).
“Kegiatan bakti lingkungan. Dimensi Profil Pelajar Pancasila yang tumbuh adalah dimensi gotong royong pada elemen kolaborasi dan kepedulian,”kata Kasi Kurikulum dan Pembinaan SD Disdik Kotim, Akbar, Minggu 4 Februari 2024. Dimana ujarnya, setiap peserta didik secara bersama-sama membersihkan lingkungan bumi perkemahan agar terlihat bersih, indah, dan rapi.
“Kemudian, pada kegiatan karnaval dan pentas seni, diharapkan setiap peserta didik diberi kesempatan untuk menampilkan bakat dan kreativitasnya. Dimensi Profil Pelajar Pancasila yang dibangun adalah kreatif dan berkebinekaan global,” ujarnya.
Dari kegiatan karnaval dan pentas seni, peserta didik mampu menghasilkan karya, mengenal, dan menghargai budaya bangsanya. “Hal itu bisa juga dikemas dalam kegiatan berkemah. Dimana dalam berkemah ada kegiatan lainnya yang tak kalah penting dalam menumbuhkan P5 adalah pada kegiatan teknik kepramukaan, di antaranya membaca pesan petugas sandi semafor,”bebernya.
Dimana setiap peserta perkemahan harus mandiri dan berpikir kritis untuk menafsirkan pesan dan informasi yang disampaikan petugas. Dimensi yang ingin dikembangkan pada kegiatan ini adalah mandiri dan bernalar kritis.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post