SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur melalui Dinas Pendidikan kembali memberikan ruang apresiasi bagi para pendidik dan kepala sekolah melalui kegiatan Seleksi Guru dan Kepala Sekolah Berprestasi jenjang PAUD, SD, dan SMP.
Kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk menentukan peserta terbaik yang nantinya mewakili Kabupaten Kotawaringin Timur ke tingkat yang lebih tinggi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memberikan penghargaan terhadap dedikasi, inovasi, integritas, profesionalisme, serta komitmen para pendidik dalam memajukan dunia pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur, Yolanda Lonita Fenisia, menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat berkompetisi kepada seluruh peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur dan Dinas Pendidikan, saya menyampaikan selamat datang dan selamat berkompetisi kepada seluruh peserta,” ujar Yolanda Lonita Fenisia, Senin 27 Juli 2026.
Menurut Yolanda, seleksi guru dan kepala sekolah berprestasi memiliki makna yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar kompetisi untuk menentukan siapa yang menjadi juara. Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghargaan kepada para guru dan kepala sekolah yang selama ini telah memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan.
Ia menilai guru merupakan sosok yang berada di garis terdepan dalam membentuk karakter dan kompetensi peserta didik. Sementara itu, kepala sekolah memiliki peran strategis sebagai pemimpin pembelajaran sekaligus penggerak ekosistem pendidikan di satuan pendidikan.
“Guru adalah sosok yang berada di garis terdepan dalam membentuk karakter dan kompetensi peserta didik. Sementara itu, kepala sekolah memiliki peran strategis sebagai pemimpin pembelajaran dan penggerak ekosistem pendidikan di satuan pendidikan,” jelasnya.
Karena itu, Yolanda menegaskan bahwa predikat guru maupun kepala sekolah berprestasi tidak semata-mata ditentukan oleh penghargaan yang berhasil diraih. Lebih dari itu, prestasi harus tercermin melalui kemampuan menghadirkan perubahan nyata bagi peserta didik, sekolah, maupun lingkungan di sekitarnya.
Menurutnya, seorang pendidik yang berprestasi adalah mereka yang mampu memberikan dampak positif melalui berbagai inovasi dan praktik baik yang dapat dirasakan secara langsung dalam proses pendidikan.
“Oleh karena itu, guru dan kepala sekolah berprestasi sejatinya bukan hanya mereka yang mampu meraih penghargaan, tetapi mereka yang mampu menghadirkan perubahan nyata bagi peserta didik, sekolah, dan lingkungan sekitarnya,” tegas Yolanda.
Ia berharap, melalui kegiatan seleksi tersebut akan lahir berbagai praktik baik yang dapat menjadi inspirasi dan direplikasi oleh satuan pendidikan lainnya. Berbagai inovasi yang telah dilakukan peserta diharapkan tidak berhenti hanya pada kompetisi.
Inovasi tersebut dapat berupa pengembangan pembelajaran, penguatan literasi dan numerasi, pemanfaatan teknologi, pengembangan karakter peserta didik, pengelolaan sekolah, hingga pembangunan kolaborasi dengan masyarakat.
Yolanda menekankan bahwa seluruh pengalaman dan inovasi yang telah dikembangkan para peserta harus dapat terus dibagikan dan dikembangkan. Dengan demikian, kegiatan seleksi tidak hanya menghasilkan pemenang, tetapi juga memperluas penyebaran praktik-praktik baik di lingkungan pendidikan.
“Inovasi yang telah dilakukan oleh peserta, baik dalam pembelajaran, penguatan literasi dan numerasi, pemanfaatan teknologi, pengembangan karakter, pengelolaan sekolah, maupun dalam membangun kolaborasi dengan masyarakat, hendaknya tidak berhenti pada kompetisi ini,” katanya.
Menurutnya, prestasi harus mampu menjadi inspirasi bagi pendidik lainnya. Sementara inovasi perlu terus dikembangkan hingga menjadi budaya yang melekat dalam proses pendidikan.
“Prestasi harus menjadi inspirasi, inovasi harus menjadi budaya, dan praktik baik harus menjadi gerakan bersama,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Yolanda juga berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti proses seleksi dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi sportivitas, kejujuran, serta integritas.
Ia mengingatkan agar kompetisi tidak semata-mata dipandang sebagai upaya untuk menjadi yang terbaik dibandingkan peserta lainnya. Sebaliknya, kegiatan tersebut harus dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk belajar, berbagi pengalaman, memperluas jejaring, serta meningkatkan kapasitas diri.
Dengan demikian, setiap peserta dapat memperoleh pengalaman berharga selama mengikuti proses seleksi, terlepas dari hasil akhir yang nantinya diperoleh.
“Jangan menjadikan kompetisi ini semata-mata sebagai upaya untuk menjadi yang terbaik di antara yang lainnya. Tetapi, jadikanlah sebagai kesempatan untuk belajar, berbagi pengalaman, memperluas jejaring, dan meningkatkan kapasitas diri,” pesan Yolanda.
Kepada dewan juri, Yolanda berharap seluruh proses penilaian dapat dilaksanakan secara objektif, transparan, profesional, dan berkeadilan. Penilaian diharapkan berjalan sesuai ketentuan serta indikator yang telah ditetapkan.
Ia menilai peran dewan juri sangat penting dalam memastikan peserta yang terpilih benar-benar memiliki kompetensi, keteladanan, inovasi, serta kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan.
“Kepada Bapak dan Ibu Dewan Juri, saya berharap proses penilaian dapat dilaksanakan secara objektif, transparan, profesional, dan berkeadilan, sesuai dengan ketentuan dan indikator yang telah ditetapkan,” tuturnya.
Yolanda juga mengingatkan para peserta agar tidak berkecil hati apabila nantinya belum berhasil meraih juara. Menurutnya, hakikat prestasi seorang guru dan kepala sekolah tidak hanya ditentukan oleh hasil kompetisi.
Setiap guru dan kepala sekolah yang terus belajar, berinovasi, serta mengabdikan diri bagi kemajuan peserta didik pada dasarnya telah memberikan prestasi dan kontribusi penting bagi dunia pendidikan.
Ia menilai proses pengabdian yang dilakukan para pendidik setiap hari merupakan bagian penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia di daerah.
“Saya juga berharap para peserta yang nantinya belum memperoleh juara tidak berkecil hati, karena pada hakikatnya setiap guru dan kepala sekolah yang terus belajar, berinovasi, dan mengabdikan dirinya bagi kemajuan peserta didik adalah insan pendidikan yang berprestasi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Yolanda menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pembangunan pendidikan yang bermutu, inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai upaya peningkatan kualitas pendidikan, termasuk penguatan kompetensi guru dan kepala sekolah sebagai bagian penting dalam membangun sistem pendidikan yang lebih baik.
Menurutnya, kualitas pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kualitas tenaga pendidik dan kepemimpinan di satuan pendidikan. Guru yang profesional dan kepala sekolah yang mampu menjadi pemimpin pembelajaran akan menjadi kekuatan penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan peserta didik.
Pemerintah daerah juga mendorong agar setiap program pendidikan tidak berhenti pada pencapaian administratif, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan perkembangan peserta didik.
Melalui seleksi guru dan kepala sekolah berprestasi ini, diharapkan muncul semakin banyak sosok pendidik yang mampu menjadi teladan, menghadirkan inovasi, serta menggerakkan perubahan positif di sekolah dan lingkungan sekitarnya.
“Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pembangunan pendidikan yang bermutu, inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan,” pungkas Yolanda Lonita Fenisia.
(dia/matakalteng)



















Discussion about this post