SAMPIT – Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) optimistis dapat kembali menorehkan prestasi dalam ajang lomba guru dan kepala sekolah berprestasi tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.
Optimisme tersebut tidak lepas dari capaian yang pernah diraih peserta dari Kotim pada pelaksanaan sebelumnya. Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kotim, Edi Sucipto, menyebut pihaknya pernah meraih peringkat kedua dalam kompetisi tingkat provinsi.
“Tahun kemarin kita ada meraih peringkat kedua, kemudian ada juga yang mendapatkan juara harapan,” ujar Edi Sucipto, Senin 27 Juli 2026.
Menurutnya, prestasi tersebut menjadi motivasi bagi para peserta untuk kembali mengikuti kompetisi dengan persiapan yang lebih baik. Lomba guru dan kepala sekolah berprestasi juga menjadi salah satu wadah untuk mengukur kemampuan serta kompetensi tenaga pendidik di berbagai jenjang.
Edi menjelaskan, lomba tersebut berbeda dengan kegiatan apresiasi guru dan tenaga kependidikan. Menurutnya, terdapat beberapa bentuk kegiatan yang menjadi sarana penghargaan bagi para pendidik, termasuk lomba guru dan kepala sekolah berprestasi serta program apresiasi bagi guru dan tenaga kependidikan.
“Ini berbeda penyelenggaraannya dengan apresiasi GTK. Jadi ada dua model untuk penghargaan kepada guru, yaitu lomba guru dan kepala sekolah berprestasi, kemudian ada juga apresiasi guru dan tenaga kependidikan,” jelasnya.
Pada pelaksanaan tahun ini, jumlah peserta yang mengikuti lomba mencapai 63 orang. Mereka berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD/TK, SD, hingga SMP.
Edi menilai peningkatan jumlah peserta tersebut menjadi indikator bahwa semakin banyak guru dan kepala sekolah yang memiliki keinginan untuk menunjukkan kemampuan dan prestasi yang dimiliki.
Untuk memastikan proses penilaian berjalan objektif, Dinas Pendidikan Kotim melibatkan enam orang juri. Para juri tersebut berasal dari berbagai latar belakang di bidang pendidikan, termasuk pengawas dan mantan kepala sekolah.
“Untuk para juri tahun ini ada enam orang. Mereka terdiri dari pengawas, mantan kepala sekolah, kemudian ada juga yang aktif di dunia pendidikan,” ungkapnya.
Menurut Edi, para juri yang dilibatkan memiliki pengalaman dan kompetensi yang memadai. Bahkan, sebagian di antaranya pernah memiliki pengalaman dalam kompetisi dan penilaian pada tingkat yang lebih tinggi.
Ia menegaskan, kualitas dewan juri menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan setiap peserta dinilai berdasarkan kemampuan dan prestasi yang ditampilkan.
“Kompetensi mereka sudah tidak perlu diragukan lagi. Mereka merupakan orang-orang yang aktif di dunia pendidikan dan pernah meraih prestasi hingga tingkat nasional,” katanya.
Selain menilai kemampuan peserta, keberadaan dewan juri yang berpengalaman juga diharapkan dapat memberikan penilaian secara profesional dan objektif. Dengan demikian, peserta yang terpilih nantinya benar-benar merupakan yang terbaik dari masing-masing kategori.
Edi mengatakan, para peserta yang berhasil menjadi juara di tingkat kabupaten akan melanjutkan perjuangan ke tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. Pelaksanaan tingkat provinsi dijadwalkan berlangsung pada minggu kedua Agustus 2026.
“Setelah ini akan dilaksanakan di tingkat provinsi. Jadwalnya diperkirakan pada minggu kedua bulan Agustus,” tuturnya.
Dengan pengalaman prestasi pada tahun sebelumnya dan jumlah peserta yang meningkat, Dinas Pendidikan Kotim berharap wakil-wakil yang terpilih dapat kembali membawa nama baik daerah.
Kompetisi tersebut juga diharapkan mampu menjadi sarana untuk memotivasi guru dan kepala sekolah agar terus meningkatkan kompetensi, memperkuat inovasi, serta memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Timur.
(dia/matakalteng)



















Discussion about this post