SAMPIT – Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kotawaringin Timur, Masri, menyebut reuni akbar alumni SMA Negeri 1 Sampit tahun 2025 bukan hanya ajang temu kangen, tapi juga menjadi momen strategis menyatukan langkah dan pemikiran untuk kemajuan pendidikan dan pembangunan daerah.
“Sebagai salah satu sekolah tertua di Kotim, SMAN 1 Sampit telah melahirkan ribuan alumni yang tersebar di seluruh nusantara,” ujarnya, Selasa 29 Juli 2025.
Banyak di antaranya telah menjadi tokoh masyarakat, pejabat publik, akademisi, hingga pengusaha yang memberi dampak positif di lingkungannya.
“Karena itu, saya mengajak seluruh alumni untuk terus menjaga kekompakan, saling membantu, memberi motivasi, dan tetap berkontribusi bagi kemajuan sekolah ini,” kata Masri.
Masri menambahkan, peran alumni sangat penting dalam mendukung generasi pelajar saat ini, baik melalui pembinaan, motivasi maupun kerja sama dalam peningkatan mutu pendidikan.
“Reuni ini menjadi bukti bahwa hubungan alumni dan sekolah tidak terputus meskipun telah lulus puluhan tahun. Semangat kebersamaan ini harus menjadi warisan nilai bagi generasi selanjutnya,” tambahnya.
Sementara Kepala SMAN 1 Sampit, Dharma S, mengungkapkan bahwa kehadiran para alumni memberikan dorongan moral bagi pihak sekolah untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan.
“Kami merasa sangat terharu, alumni yang sukses di berbagai daerah bahkan tingkat nasional masih menyempatkan waktu hadir di sini. Ini menjadi motivasi besar, bukan hanya bagi kami, tapi juga bagi siswa-siswi yang sedang menempuh pendidikan,” katanya.
Ia berharap, kegiatan reuni ini bisa menjadi inspirasi bagi peserta didik, bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih kesuksesan. Dharma juga berharap agar Ikatan Alumni yang sempat vakum bisa kembali terbentuk melalui inisiatif para alumni sendiri.
Salah satu alumni angkatan 1975, Alfiansyah, turut menyampaikan kebahagiaannya.
“Saya sudah 50 tahun meninggalkan Sampit, tinggal di Bandung sejak kuliah hingga pensiun. Tapi reuni ini membangkitkan kembali semangat kebersamaan. Harapannya, kegiatan ini berkelanjutan, agar hubungan antaralumni tetap terjaga,” ucapnya.
Ketua Panitia Reuni, Fakhrudin, menjelaskan bahwa reuni kali ini dihadiri sekitar 250 orang alumni dari angkatan 1973 hingga 1986, yang datang dari berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, Balikpapan, Bontang, Palangka Raya, hingga Pelaihari.
“Silaturahmi adalah tujuan utama. Walaupun sudah pensiun, kami tetap ingin berkontribusi untuk pembangunan di Kotim. Sekarang zaman sudah canggih, komunikasi lebih mudah, jadi kebersamaan ini bisa terus terjalin,” ungkapnya.
Fakhrudin menambahkan, reuni ini menjadi bukti bahwa alumni SMAN 1 Sampit masih peduli terhadap almamater dan daerah asal, dengan semangat yang tak luntur meski waktu telah memisahkan selama puluhan tahun.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post