SAMPIT – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kotawaringin Timur (Kotim) Suparmadi mengaku, hingga saat ini dunia pendidikan khususnya di Kotim masih memiliki kendala tidak hanya pada saat pandemi namun juga sudah ada sejak sebelumnya.
Diakui Suparmadi, banyak kendala dan persoalan dalam memajukan dunia pendidikan di daerah ini. Termasuk di antaranya masalah kekurangan tenaga pengajar. “Hal ini juga yang menjadi perhatian baik bagi Disdik Kotim maupun PGRI. Banyak permasalahan yang kita hadapi di bidang pendidikan. Salah satunya masalah guru honorer yang sangat perlu diperhatikan,” kata Suparmadi, Rabu 15 Desember 2021.
Meski demikian menurutnya Disdik Kotim telah memperjuangkan hal ini. Di antaranya dengan mengangkat honorer menjadi pegawai negeri sipil, melalui penjaringan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). “Kami harapkan melalui pengangkatan ini bisa meningkatkan kesejahteraan para guru sehingga kinerja pun menjadi lebih maksimal. Karena kalau terlalu lama menjadi honorer, cenderung banyak yang menyerah dan juga menjadi salah satu alasan muda/i tidak mau menjadi guru. Sehingga kita akan kekurangan tenaga pengajar,” pungkasnya.
Diketahui, PPPK sama halnya dengan PNS namun yang membedakannya adalah tidak adanya tunjangan pensiun. Namun demikian, honor yang didapatkan tetap sama dan lebih besar dibanding honor yang didapatkan ketika menjadi pegawai honorer.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post