SAMPIT – Kepala TK Islam Terpadu Nurul Hidayah Nurahman mengatakan, pihaknya mengenalkan berbagai jenis tanaman pada anak usia dini, yang mana memang dapat dilakukan dengan berbagai metode.
Hal ini juga ujarnya, terkait pada aspek perkembangan anak pada ranah kognitif yang memang pemikirannya masih abstrak dan belum konkrit. Sehingga pembelajaran tidak bisa hanya dikenalkan lewat imajinasi dan kata-kata saja, melainkan lewat gambar dan benda yang nyata. “Hal inilah yang melandasi adanya kegiatan wisata edukasi yang dilakukan oleh anak-anak di TK Islam Terpadu Nurul Hidayah. Pada hari Rabu, 17 November 2021 di tahun ajaran 2021/2022
Taman Wisata Primadona atau yang lebih sering dikenal dengan sebutan PPS (Pondok Primadona Sampit) ini dipilih karena letaknya yang strategis dan tidak terlalu jauh dengan TK,” kata Nurahman, Kamis 18 November 2021.
Wisata ini berada di Jalan Ir. Soekarno Masuk Jalan Tidar buka setiap Hari Sabtu-Minggu dan pada hari libur nasional dengan jam operasional pukul 08.00-17.30 WIB. Selain Wisata PPS ini ditumbuhi dengan berbagai ragam tanaman, tempat ini juga dilengkapi dengan fasilitas seperti Outbond, mushola, tempat makan dan pondok peristirahatan. “Kegiatan ini selain didampingi oleh orang tua/wali murid dan guru-guru di TK Islam Terpadu Nurul Hidayah juga didampingi oleh salah seorang mahasiswa S2 PAUD dari Universitas Negeri Malang yang juga telah menjalin kerja sama secara akademik dengan pihak Lembaga sekolah,” ujarnya.
Pada acara wisata edukasi ini diharapkan anak mampu bereksplorasi dan membangun pengetahuannya secara langsung, lewat pengamatan yang dilakukannya. “Acara Wisata edukasi ini berjalan dengan seru karena kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh anak-anak peserta didik saja, tapi juga dengan orang tua murid,” tegasnya.
Acara wisata ini diawali dengan kegiatan gerak dan lagu, baris-berbaris untuk memeriksa kehadiran siswa. Setelah itu anak diajak untuk melihat, mengamati berbagai jenis, struktur dan berbagai tanaman yang ada di Taman Pondok Primadona Sampit. Kegiatan dilanjutkan dengan acara lomba kolase gambar tanaman bunga. Pada kegiatan ini dilaksanakan dengan kerjasama antara orang tua dan anaknya. “Selain melatih kerja sama antara orang tua dan anak, acara lomba kolase ini juga dapat menstimulasi perkembangan motorik halus anak melalui kegiatan menempel dan menyusun serpihan kertas origami pada gambar pola tanaman bunga,” tandasnya.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post