SAMPIT – Kehadiran sejumlah legenda sepak bola nasional dalam pembukaan HNR Cup II Tahun 2026 tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), tetapi juga membawa harapan baru bagi perkembangan sepak bola daerah. Salah satunya datang dari mantan pemain Tim Nasional Indonesia, Isnan Ali, yang saat ini aktif sebagai asisten pelatih PS Barito Putera.
Mantan bek kanan andalan Timnas Indonesia tersebut mengaku terkesan dengan antusiasme masyarakat Sampit yang memadati Stadion 29 Nopember dalam pembukaan turnamen. Menurutnya, semangat masyarakat terhadap sepak bola menjadi modal penting untuk membangun pembinaan atlet secara berkelanjutan.
“Pertama saya sangat terkesan melihat antusias masyarakat di Sampit. Terima kasih kepada panitia yang sudah mengundang kami ke Kotim. Mudah-mudahan turnamen ini berjalan lancar dan sukses sampai selesai. Tadi kita juga mengawali kegiatan dengan pertandingan ekshibisi dan semoga nanti pada penutupan juga ada pertandingan serupa,” ujar Isnan Ali, Minggu 31 Mei 2026.
Pemain yang pernah meraih gelar Liga Indonesia 2007/2008 dan tiga kali juara Piala Indonesia bersama Sriwijaya FC itu menilai HNR Cup II dapat menjadi momentum untuk membangun kompetisi usia dini di Kotim. Ia berharap pembinaan tidak hanya berfokus pada level senior, tetapi juga memberikan ruang bagi anak-anak berbakat untuk berkembang sejak usia muda.
Menurut Isnan, dirinya telah berdiskusi dengan panitia dan Bupati Kotim terkait peluang penyelenggaraan kompetisi kelompok umur di masa mendatang. Ia menyebut keberadaan kompetisi usia dini sangat penting untuk menemukan talenta-talenta potensial dari daerah.
“Harapan saya bukan hanya kompetisi senior seperti sekarang, tetapi ke depan juga ada kompetisi usia dini. Dengan begitu kami bisa memantau pemain-pemain muda dari berbagai daerah. Saya sudah berdiskusi dengan panitia dan Pak Bupati, semoga ke depan kompetisi usia dini bisa berjalan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Isnan juga menyebut kehadiran sejumlah legenda sepak bola nasional seperti Ilham Jaya Kesuma, Zaenal Arif, serta mantan pemain asal Jepang yang pernah memperkuat Persib Bandung, Shohei Matsunaga, diharapkan mampu menjadi motivasi bagi generasi muda yang bercita-cita menjadi pesepak bola profesional.
“Semoga kehadiran kami di sini bisa menghibur masyarakat dan memberikan manfaat bagi adik-adik yang bisa melihat langsung para pemain yang pernah berkarier di sepak bola profesional. Mudah-mudahan itu bisa memotivasi mereka untuk mengejar cita-cita menjadi pemain sepak bola profesional,” ungkapnya.
Isnan menegaskan bahwa bakat saja tidak cukup untuk mencapai level profesional. Menurutnya, pemain muda harus memiliki disiplin tinggi, kerja keras, kualitas permainan yang baik, serta mampu menjaga sikap baik di dalam maupun di luar lapangan.
“Yang paling penting itu disiplin. Mereka harus bisa menjaga pola istirahat, terus bekerja keras dalam latihan, meningkatkan kualitas diri, memiliki keberanian untuk berkembang, dan yang terpenting menjaga attitude. Sikap yang baik sangat menentukan masa depan seorang pemain,” tegasnya.
Ia mengaku melihat beberapa pemain yang memiliki potensi selama berada di Sampit. Menurutnya, bukan tidak mungkin pemain-pemain dari Kotim mendapat kesempatan menembus level profesional apabila terus berkembang dan mendapatkan pembinaan yang tepat.
“Ada beberapa pemain yang memiliki potensi. Kalau mereka memiliki kemampuan, keterampilan, dan kemauan untuk berkembang, tentu peluang itu terbuka. Di klub profesional ada jenjang pembinaan mulai usia 16, 18 hingga 20 tahun sebelum masuk ke tim senior,” jelasnya.
Sebagai putra daerah asal Makassar yang pernah mendapat kesempatan berkembang melalui perjalanan kariernya di Kalimantan, Isnan mengaku ingin membantu membuka jalan bagi pemain-pemain muda berbakat dari daerah agar mendapatkan peluang yang sama.
“Saya ingin melihat lebih banyak pemain muncul dari daerah-daerah, bukan hanya dari Pulau Jawa. Saya sendiri berasal dari Makassar dan pernah dibantu banyak orang hingga bisa berkembang. Karena itu saya ingin memberikan kembali hal yang sama kepada generasi muda. Kehadiran saya di Sampit ini salah satunya untuk tujuan itu,” pungkasnya.
HNR Cup II Tahun 2026 sendiri menjadi salah satu turnamen sepak bola terbesar di Kotim tahun ini. Selain menghadirkan pertandingan kompetitif, ajang tersebut juga diramaikan laga ekshibisi yang menampilkan sejumlah legenda sepak bola nasional sebagai bentuk hiburan sekaligus motivasi bagi masyarakat dan pemain muda daerah.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post